Menjelajahi dan Merawat Masa Lalu Lewat Kapsul Waktu Nusantara

Sering kali kita merasa bahwa kehidupan di beberapa tahun yang lalu adalah kehidupan yang ideal dan indah. Hanya dengan mengingatnya di kepala, mampu membuat kita bernostalgia seakan kita benar-benar ada di masa tersebut.

Lalu, bagaimana jadinya jika masa penuh kenangan itu dibungkus melalui akun Instagram? Akun Instagram dengan nama Kapsul Waktu Nusantara mampu menjawab pertanyaan tersebut.

Dengan lebih dari 200ribu pengikut, Rivaldo Ferdian atau yang dikenal dengan akun Instagram @kapsulwaktunusantara berhasil mewujudkan hal tersebut. Melalui ratusan postingan Instagram, Valdo berhasil membawa orang-orang bernostalgia tentang masa kecil mereka.

Dalam sebuah siniar, Valdo menjelaskan bahwa ketertarikannya dalam mengoleksi benda-benda klasik dimulai dari kebiasaannya membaca buku dan majalah sejak SD. Kebiasaan itu terus berlanjut hingga memasuki fase perkuliahan.

Dalam sebuah momen di tahun 2020, Valdo membaca ulang majalah Femina tahun 90-an yang memuat banyak iklan cetak jaman dulu. Sejak itu, ia mulai tertarik dengan beragam kemasan jadul dari setiap produk. Muncullah pertanyaan unik dalam kepala Valdo,

“Barang-barang seperti ini masih ada nggak ya di toko-toko?”

Sebuah pertanyaan itu pada akhirnya muncul dan mengawali segalanya tentang Kapsul Waktu Nusantara. Sejak saat itu, Valdo mulai mencari benda-benda jadul yang masih tersisa di toko-toko dari berbagai daerah.

Kapsul Waktu Nusantara sendiri mulai konsisten mengunggah konten di Instagram sejak 2022. Kita dapat melihat banyak sekali benda-benda yang bernuansa klasik atau jadul di akun tersebut.

Bahkan, Kapsul Waktu Nusantara memiliki buku Ned Indie tahun 1881. Selain itu, dalam koleksinya terdapat beragam obat dan kosmetik dari tahun 1930-an.

Mengelola akun tersebut tentu tidak mudah. Valdo harus bergelut dengan sulitnya mencari barang-barang jadul. Bahkan, di suatu momen, Valdo pernah dicurigai sebagai orang aneh dan diacungi parang oleh pemilik toko hingga diusir dari toko tersebut.

Namun meski begitu, perjuangan Valdo tak lantas berhenti, sering kali para pengikutnya di sosial media memindahtangankan koleksi mereka kepada Kapsul Waktu Nusantara untuk dirawat dan dijaga. 

Valdo merasa bahwa semua orang juga harus merasakan kebahagiaan yang ia dapat dengan bernostalgia. Bahkan secara sains, dalam artikel The Brain and Nostalgia yang diterbitkan oleh Neurology Live, nostalgia mampu menjadi pemicu munculnya perasaan bahagia.

Lebih sainsnya, nostalgia mampu merangsang bagian-bagian organ kecil otak (area frontal, limbik, paralimbik, dan otak tengah) yang mampu mengatur emosi dan perasaan seseorang.

Baca juga: Fleeting Away: Rasa Rawan Menjadi Dewasa dan Menyikapi Kehilangan

Sebuah Museum Digital

Dengan memvisualkan seperti warung pada jaman dulu, Valdo mampu membuat para penonton merasa sedang ‘jajan’ di masa lalu. Beragam barang-barang jadul disusun dengan rapi, mulai dari kosmetik, bungkus makanan, hingga majalah-majalah lawas lengkap tersedia di rak warung tersebut.

Bukan hanya jepretan semata, kreator sekaligus pencipta akun tersebut seringkali membuat sebuah reka adegan dalam bentuk video tentang beberapa peristiwa yang lumrah terjadi di sebuah warung.

Kapsul Waktu Nusantara tak hanya sebuah Instagram biasa. Perlahan, akun tersebut mampu menjadi museum digital untuk eksistensi barang-barang jadul. Semua orang bisa mengunjunginya dengan bebas tanpa tiket masuk. Pengunjung bisa dengan santai menikmati suguhan koleksi-koleksi barang jadul yang tersedia. 

Bak sebuah wahana, setiap orang yang mengunjungi Kapsul Waktu Nusantara seperti menaiki sebuah wahana yang membawa mereka kembali ke masa kecil untuk bermain dengan teman, membaca serial Wiro Sableng, atau sekadar melihat koran untuk mengetahui jadwal televisi hari ini.

Sebuah Cara Untuk Merawat Ingatan

Di salah satu postingannya, Valdo membagikan sebuah cerita tentang pengalamannya mencari benda jadul dan bertemu seorang bapak pemilik toko tersebut. Dalam kisahnya, bapak tersebut telah kehilangan semangat untuk berjualan. Warung pun terkadang buka, terkadang juga tutup.

Barang-barang yang dijual pun hanya sisa produk yang masih ada. Istrinya telah sakit sejak 4 tahun lalu, anak pertamanya meninggal muda. Sementara anak keduanya telah merantau keluar kota.

Namun, ada satu kalimat Bapak tersebut yang dibagikan Valdo dalam postingannya, 

“Saya sengaja membiarkan toko ini seperti ini adanya, agar bisa mengingat kehangatan kembali bersama keluarga kecil saya dan beberapa anak-anak yang suka ngumpet dan berlari riang di dalam warung ini”

Sebuah kalimat hangat penuh ketulusan dari seorang pemilik toko di Muara Panas, Sumatera Barat (Semoga beliau sehat selalu dan istrinya diberi kesehatan).

Saya yakin kalimat tersebut juga sedikit banyaknya mampu membawa pembaca tulisan ini sekilas kembali ke masa kecil. Entah teringat saat bermain dengan teman sebaya, membeli jajanan di warung, atau sesederhana menonton televisi di rumah kakek-nenek. 

Hadirnya Kapsul Waktu Nusantara menjadi sebuah cara untuk merawat ingatan demi mengimbangi perubahan seiring berjalannya waktu.

Setidaknya kita sadar bahwa kita pernah di fase “Sederhana tapi bahagia”. Setidaknya, bahagia pernah sesederhana bermain gambar dengan rambu-rambu lalu lintas di baliknya, bermain kelereng di halaman rumah tetangga, dan setidaknya bahagia pernah sesederhana itu semua.  

Tidak ada ucapan terima kasih yang sepadan dengan apa yang dilakukan oleh Rivaldo Ferdian. Langkah besarnya dalam membuat Kapsul Waktu Nusantara telah membuat ratusan ribu otak manusia mengingat kembali hal-hal kecil yang pernah terjadi di hari kemarin. Hal yang begitu indah dan hangat untuk kembali diingat.

“Bagi saya momen adalah sesuatu yang harus dijaga seumur hidup. Melalui benda-benda visual yang saya usung sekarang, saya akan menyajikan kembali kepada mereka yang haus dan rindu akan masa lalunya.”

– Rivaldo Ferdian (Kapsul Waktu Nusantara)

Baca juga: Rekomendasi Series Indonesia yang Bisa Kamu Tonton Lewat Youtube

Penulis: Hilmi Aziz Rakhmatullah
Editor: Aulia Aziz Salsabilla