Rubrik Sastra

MUSIM

MUSIMAlfaza Metini Kasih, ini musim kemaraukisah kita temaram retakdari coklat ke pucat Kisah, ini musim ujankasih kita ngilu jatuhdari biru ke pilu Musim, itu kisah kasih gugurdari abu ke pudarpadam KP. Ciparay Hilir, 2021 Baca juga: Unfolding Time in Time It Is My Friend

Continue Reading...

Rubrik Sastra

Unfolding Time in Time It Is My Friend

When the internet becomes part of daily life, humans are faced with another reality, named reality of virtual. Humans actualize themselves in that space. Adding their own identity, connect with the others by reducing the intensity of physical encounters. However, it doesn’t mean that humans can let go of the intensity of physical encounters, virtual […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

MENGGULIR WAKTU DALAM TIME IT IS MY FRIEND

Ketika internet menjadi kehidupan sehari-hari, manusia dihadapkan dengan satu realitas lain, yaitu realitas virtual. Manusia mengaktualisasikan dirinya di ruang itu. Menambahkan identitasnya, berjejaring dengan manusia lainnya dengan mengurangi intensitas pertemuan fisik. Namun bukan berarti serta merta manusia bisa melepaskan intensitas pertemuan fisik tersebut, realitas virtual didefinisikan hanya sebagai media mempermudah telekomunikasi dari teknologi yang sudah […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

4 Bagian Sekitar Rumah

Di Ruang Tamu Biasanya ibu menyiapkan makanan dan minuman, ayah merokok sambil mendongengkan cerita, anak yang bungsu membantu ibu untuk segala persiapan dan terpaksa mendengarkan cerita yang terus diulang oleh sang ayah. Sekarang di sana mereka duduk dan menundukkan kepala. Aku bercerita tentang tidak bisa membantu persiapan serta menemani ayah merokok untuk terakhir kalinya. Mereka […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

Setelah Musim Kemarau

M. Syahdan KeliatSetelah Musim Kemarau perahu di muara bibirmuterombang-ambingoleh gelombangdarahku sekali saja kita bertatapanlepas segala bahagia di musim kemaraukita bertemu matamu bertanya“kita di mana?” Bandung, 2020 Baca juga: Di Braga

Continue Reading...

Rubrik Sastra

Di Braga

Di Braga di braga orang-orang berlalu-lalangsambil berfoto-foto dengan baju mewah bangku-bangku di pinggir jalan termangulukisan-lukisan seniman kecil tersenyumtoko-toko usang penuh debu kenangan gadis kecil membawa tisu sambil menawarisiapa saja yang dilalui“pak bu, tisunya tiga ribu aja”orang-orang terlalu asik berfoto-fotosambil memegang es krim dan kopi “pak bu, tisunya tiga ribu aja”orang-orang terlalu riang berfoto-fotowajah gadis kecil […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

Pernyataan Cinta Paling Radikal

Pernyataan Cinta Paling RadikalUntuk Toni Tazkia Perdana Ada yang tak ingin kau terimabahwa setiap malam ada tetes darah mawarmembanjiri cintamu yang kadung dahsyatbahwa setiap malam ada cercah daging melatimemancar di pusaramu yang gelap Kutuklah keterasinganjinjing bagian dirimu yang paling borokbelendir dan bau amis padanyasebagai pernyataan cinta paling radikalbukti daya tahan dari ledakan demi ledakankembang api […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

Paragraf yang Mati

Paragraf yang Mati Diantara kita ada spasi membentang beserta kalimat-kalimatyang berserakan tanpa aturan bahasa Aku menjadi kata pembuka dalam paragrafUntuk memulai perjalan cerita yang sepertinya akan selesai dengan pertemuan kitaBeberapa kalimat berikutnya tidak nampak kata nomina yang menujuk subjekYa aku aku tidak menemukan mu dalam paragraf ini Kita terpisahkan dalam paragraf yang kian bias dalam […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

Hantu dan Bunga

Hantu dan Bunga–kepada Rendi A. Rahman 1/ada yang rendi tidak tahukalau setiap malam aku cobamerapikan kelopak melatidan mawar yang bertebaran dikepalaku untuk kutaburkan di pusarakusendiri. 2/sebenarnya aku tidak akrabdengan mawar dan melatiyang hanya kulihat sekali-kali dikampus saat ada pestakelulusan atau pernikahan 3/rendi juga tidak tahudarahku pernah ngucurkarena tangan bersambutduri di tangkai mawar itu dan aku […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

Lagu Topan

Lagu Topan Aku menemukanmudi warung sepi sebagai masa laludi sudut etalase paling kiridan bagian hatiku yang paling kanankau membalut tubuh rapuhdengan lapisan gula kaca berwarnadi inti jiwamu coklat semakin pekatmenawarkan kenangan yang tak lagi                                             bisa […]

Continue Reading...