Rubrik Sastra

Gelanggang Bubur Ayam

belati tak terlihat di dalam hati merasuk rusuk risau rusak pada tepi nun seseorang terperangkap disekap, gelagapan, gegelapan di bagasi gerobak. Ia saksidalam tupperware penuh kecap kecut Pada sebuah pagi, semburat mentari terselip di dedaunan pohon bambu. Aku menyandungkan kokokan sebagai alarm, menyembunyikan tampilan video mukbang yang tak usai kamu tonton. Dan kamu ketiduran, dengan […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

Ziarah Pasar Malam

Ziarah Pasar Malam I Hari ituMatahari masih sepucat limunDan orang-orang pergi berdeduyunSeperti marka jalan yang lurus-putus-putussetiap dari mereka bersolekmenggandeng kembang dan wewangiansaling mengantongi potret masa lalu. Ziarah Pasar Malam IISunyi melipir ke tengah-tengah kotaPesta kematian dimulai Ziarah PasarMalam IIIAku melihat kembang segar di atas pengkuburanSaling silang warna—lucu dan sedikit menggemaskanSeperti kue donat bertopi mesesBuatan emak. […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

Potret Kehilangan

-kepada Zainuddin di kesiangankutemukan bulandi wajahmuserupa kopi pucatyang pernah kau teguk tak kutemukan lagibugenvil, di matamu.hanya ada tubuhyang meringkukmengosongkan harap penamu kini menganggurtak ada lagi syairyang kau siar. kini kau sibukmenghadap kemacetan panjang Baca Juga : 4 CERITA DARI SESEORANG DENGAN BEBERAPA TOKOH YANG DATANG Penulis : Devita Herlina

Continue Reading...

Rubrik Sastra

4 CERITA DARI SESEORANG DENGAN BEBERAPA TOKOH YANG DATANG

OoOo Di penghujung ngiung, setelah menampar memar kemudian ngilu perih menusuk ulu mata. Seseorang. Berpejam. Sepetak kamar lembab beralaskan plastik tipis, dinding-dinding yang retak dan lelangitan yang sobek. Silau. Dingin. Bebunyian distraksi dari langkah kaki, seseorang. Berjalan. Di atas plastik tipis. Tangan yang menggenggam pistol. Limbung kepala menjalar ke tepian nelangsa perut. Mencekik. Lambung. Permainan […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

ɐısɐɹʇɐs ɐɯıɥ sɹɐɯ

puting beliung abadi di luarmatahari sudah lama terbenamdi langit gerhana panjang matahari dan bulan bunga kehilangan airbatangnya menunduk keringlebah dan burung pergi, mencariperuntungan ke tempat lain kelompok besar manusiaberjalan melingkarseperti kaki seribu, sibukmencari buntutnya sendiri sekelompok lainnya meringkuksekelompok lagi mengapung di udaraair mata ngalir deras dari mata merekatetapi hitam gelam, tanpa pantulan cahaya sebab hidup […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

Doa tuk Pengembara

Kepada sang pengelana fajar,Tuntunlah pengembara yang berlayarmengarungi lautan fatamorganadengan lantunan-lantunan syairmu. Kepada sang pengukir senja,Pikatlah pengembara yang singgahdengan siramanmu yang memanjakan mata. Kepada sang penjaga malam,Temanilah pengembara yang terlelapdi bawah pohon rindangdengan balutanmu yang menghangatkan malam. Baca Juga: Kutukan Perempuan Kapak Penulis : Afif Hafiyyan – Kisahan Para Peranyun Kedai

Continue Reading...

Rubrik Sastra

Kutukan Perempuan Kapak

Ketika ratusan surili menggelegar dari arah hutan. Asri, si perempuan kapak itu mengatakan satu hal padaku Andai saja aku mati dan terlahir kembali, jadi ikan atau ubur-ubur pun tak akan kutolak nasib itu. Ia baru saja diasingkan ke tengah hutan rawa karena beberapa jam lalu Asri melahirkan petaka bagi Kampung. Tempat ini menjelma neraka dalam […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

4x Berpikir Setelah Mendengarkan Lagu Anak

Masalah saya bundar Membelit pada jari manis sebuah sumpah akan terus bersama sampai mati. Baik atau buruk, kiri atau kanan, waktu akan terus terbalik setiap duduk menekuk lutut. Setiap keram dari jemari, dalam kepalaku semua penyelesaian akan terus berdentuman. Sunyi tiba-tiba bunyi, tercetuslah inisiasi untuk berjalan memutar …. Pada saat itu tak ada lagi spasi […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

ITISAL KOPI SARING

-blooming Adalah tangis adalah basahRembes menyuci wajahBiar Kutuang didihan kasih Ruh berembus ringan Sekujur sukma seluruh raga Seumpama dosaBiarkan ruap-ruap meletup ke udaraTunggu harum berhenti berlariLalu titi tali tinggiIhwal segala awal:Wangi melati bernapas pada napasmuAroma kulit limau menyerbak dari pundakmuSepanjang malam sepanjang pagiIngat suaraKu terlantun sunyi  Dari mulut dan urat daun-daun berembun Dalam jeda ini baiknya […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

Puan, Si Kelas Dua

Apakah ada perbedaan kelas diantara kita Tumbuh dewasa diiringi pijakan tak setaraMenantikan ruang aman, apakah hanya di rahim sajaApakah hanya kepada tuan lah kami dapat meminta Daun daun yang gugur tak melihat waktuDihabisi hewan bringas berkaki duaDimatanya terbayang umpan katanyaHilanglah sudah mimpi ini, tuan Kepada siapakah kami dapat menuntutDengan raut takut dibayangi si tuan pengecutDengan […]

Continue Reading...