Rubrik Sastra

Sajak Kesaksian 1/5 Abad

Atap-atap rumah gugurBeras penghidupan satu minggu kuyupSebab langit nangis seharianDan bapak termenung putus kerjaMemandangi lantai kian keruh Kami bingung, kenapa si tetangga berada mendapat santunan negara Bulan makin matang di celah plafon yang jebolDan kutu-kutu gudik bar-bar di tubuhKami lihat kulit-kulit mencair jadi nanahKemiskinan pun terasa, pada lapar yang tumbuh cakarnya Pada nasib hitam. Di […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

Cinta Dari Jembatan Mirabeau

Cinta Dari Jembatan Mirabeau Dari jembatan Mirabeau cinta dibongkarOleh jeritan surat-surat cinta yang dirobekGigil mantel-mantel yang kehilangan pelukanDan arus sungai yang senantiasa mengalirkanPerhentian bagi pesedih atau kepedihannya Dari jembatan Mirabeau cinta dihirupSebagai aroma dingin partikel saljuMerebak-retakan seluruh kebekuan jantungDan paru-paru menuju titik paling nadir                                                    ujud paling biru Cinta jauh-menjauhi musim semi di MirabeauHanya sunyi dan […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

KOTA API

Oleh Iin Haryani Subadri Di saat mentari menyinari rumput-rumput ilalang di negeri ini. Akar-akarnya tertimbun tanah dan lumpur, terinjak para pejuang yang lari sana-sini, menjadi saksi suara dentuman besi raksasa yang disuapi mesiu dan api. Suara derikan kereta kayu dan ringkikan kuda yang mengangkat kakinya berputar-putar menghindar dari sayatan pedang. Lancipnya bambu runcing menjadi kelas […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

4 Adegan Dalam Suatu Pagi

Fiksi MiniAlfaza Metini Pertanyaan Hidup Jawabanku sederhana: aku hidup hari ini, kemudian mati. Tanpa tahu pernyataan itu berasal dari mana: apakah semacam ketiduran yang tidak bisa dijelaskan selain lelah? Cermin Aku melihat dirinya bengong, ia tidak mengenali dirinya. Sesaat ia tersenyum, benda yang memantulkan sosoknya itu terlihat retak. Asbak Dibandingkan benda lain yang sering dicuci […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

Kuat, Kila

***             Masa-masa itu adalah yang tersulit untuk Kila. Sendiri saja menikmati segala hal yang datang ke hidupnya. Tidak, Kila tidak hidup sebatang kara atau hidup bagai di penjara. Ia punya banyak sekali orang di sekelilingnya. Keluarga, teman, hewan peliharaan, Kila punya semuanya. Namun, tetap saja, kesendirian itu terasa nyata, keramaian seolah hanya ilusi di […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

Selamat Beristirahat

Selamat Beristirahat:kepada Pak Sapardi. Hari telah kian larut untukmu, Pakrasa-rasanya tempat tidur telah begitu merindukan tubuh lelahmumenginginkan mata tuamu lelapuntuk waktu yang sampai kapan Dunia masih kacau balau, Paksempat kukira akan meledak dalam ketidakberdayaan.Hidup kian kejamkematian entah bagaimana bagi kamitetapi dari kata-katamu lahir sebuah zat yang diam-diammenghangatkan hati kami yang dingin dan menyedihkandan kami tumbuh […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

Semesta, Bumi, dan Pembunuh Kecil

Sebuah puisi dari Desti Pratiwi. Semesta, Bumi, dan Pembunuh Kecil Barangkali semesta lelahBarangkali bumi letih. Masih dapat kudengar kabar-kabar kematiandari suara petinggi negeri yang berdiri tegak di layar televisiTentang pembunuh kecil yang menyerang seluruh bumiTentang si kaya, si miskin, si pemurung, si pemarahyang dipaksa berdiam dirijika tak ingin nyawa dihabisi Ada yang resah di dalam […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

Tersirat

Tersirat ia tak percaya selamat tinggalsedang ia sadar bisa saja tak diucapkan aku masih membahashal tak pentingsemisal kebetulan, bisa sajadatang sengaja kamu sering melamuntatkala bangun tidurapakah mimpimu begitu kosong?atau sebegitu tanya? mereka enggan diamkeributan segala obsesimasa depan dan harapanseperti digenggaman hidup itu indahbukankah kematian juga? 2020 Baca juga: UKT, UANG KITA TANDAS

Continue Reading...

Rubrik Sastra

UKT, UANG KITA TANDAS

UKT, UANG KITA TANDAS diawali menghutanghingga hilang barangmenjual diridan kembali tercekik oleh kenyataanbegitu pelik mengantarkan kekejaman tak ada lagi interaksi dari keringanan yang tersesatselain penangguhan dari lasa laparkita cemasselagi belajar takutmelihat keadaan rumah; bocor, listrik mati dan toilet tersendat.sedang tagihan bertebaran dimana-manakita resahselagi takut wabah kematian datang perlahan kita menolak hidup susaholeh kebijakan yang memutar […]

Continue Reading...