Interupsi

MOKAKU Berakhir, Mari Kita Memulai.

September 7, 2020

Rasanya baru kemarin pengumuman masuk UPI diumumkan. Sampai-sampai tidak terasa kalau kita baru saja menyelesaikan serangkaian kegiatan Mokaku Daring selama tiga hari berturut-turut, sejak tanggal 1 hingga tanggal 3 September. Sejujurnya, sebelum ini saya sempat berpikiran negatif tentang bagaimana acara ini diselenggarakan. Keterbatasan ruang dan fasilitas yang tidak memadai, ditambah kemungkinan kondisi rumah para teman-teman yang tidak kondusif, jaringan di beberapa daerah tertentu yang tersendat-sendat, dan beberapa variabel-variabel lainnya yang turut memengaruhi jalannya acara.

Puji syukur pikiran-pikiran negatif saya saat itu berhasil dipatahkan selama kelangsungan acara. Dalam hati merasa salut dan respek pada kinerja pihak kampus dan para panitia. Meskipun sedikit lelah mengejar deadline tugas, kewalahan kuota sekarat, dan ponsel atau laptop kita panas. Akan tetapi, acara Mokaku ini berhasil diselenggarakan dengan amat baik.

Ada beberapa hal yang saya sukai dari Mokaku tahun ini yaitu tugas membuat video bahasa isyarat “Kita Sama”, Gerakan Berbagi Lumbung Kebaikan Pangan di 8.000 Titik, sampai sekadar membuat esai mengenai SDGs yang amat membantu kita untuk lebih menghargai dan membantu sesama, menjunjung tinggi toleransi, menumbuhkan empati dan kesadaran mengenai masalah-masalah yang terjadi di Indonesia, terutama dalam lingkup kecil di sekitar kita.

Tugas-tugas yang diberikan juga amat berguna sebagai wadah kreatifitas para mahasiswa baru, termasuk saya. Ada banyak sekali video-video mengenai tugas “Aku Bangga Masuk UPI” yang tentunya bukan hanya bagus, tetapi juga inspiratif. Ini menyadarkan saya bahwa kami, para mahasiswa baru, sama-sama berjuang menggapai impian masing-masing setelah susah payah membuka pintu menuju tempat yang kami pilih untuk membantu kami mewujudkannya.

Sayangnya, di masa pandemi ini kita belum dapat bertatap muka secara langsung. Mari kita sama-sama berdoa, semoga pandemi ini segera berakhir dan kita semua dapat menjalani kehidupan normal lagi seperti sebelumnya.

Terima kasih untuk bapak, ibu, akang, teteh panitia untuk pengalaman Mokaku daringnya yang mengesankan. Saya merasa amat bangga bisa menjadi bagian dari kampus UPI.

Mokaku memang sudah berakhir, tetapi kehidupan kampus kita baru saja dimulai. Semangat untuk teman-teman dan mari kita berprestasi!

Baca juga: MOKAKU HARI KETIGA: PENGENALAN FAKULTAS, PENCERDASAN DINI, DAN PENUTUPAN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *