Interupsi

“Subsidi yang Tertunda”

September 20, 2020

Sudah berpekan-pekan sejak perkuliahan daring di semester ganjil ini dimulai. Disambut oleh berbagai foto profil yang nampak saat memasuki ruang virtual. Lalu, bagaimana rasanya? Senang, galau, nyantai, panik, bosan atau nano-nano? Biarlah kalian yang menjawab.

Di masa pandemi ini, kayaknya tukang wifi jadi gebetan orang rumahan yah. Kabarnya, banyak tetangga sebelah yang memasang wifi di setiap rumah tanpa harus repot-repot membeli kuota. Sampai-sampai, iPhone saja rela untuk lepas kartu SIM karena wifi yang selalu menemani. Ibarat kata, wifi lebih praktis, kuota cepat habis.

Akan tetapi, kenyataannya, yang namanya hidup pasti tidak selalu mujur. Di saat banyak orang merasa bahagia karena ada wifi, si pemburu kuota bulanan malah merasa was-was.  Takut kedapatan notifikasi pesan “Sisa kuota Anda 5*** MB”. Terbilang lumayan masih bisa tarik napas, tapi bagaimana bila kuota hanya tersisa kilobyte – yang ada bengek duluan kuota habis tengah jalan. Malangnya si pemburu kuota jangka panjang.

Bahkan, ada yang lebih lucu. Rasa was-was dan mulai panas dingin di saat ruang virtual tak berjalan. Dan di situlah keheningan tercipta. 1 menit aman, 2 menit aman, 10 menit, kuota terbuang secara cuma-cuma. Ingin rasanya meninggalkan ruang virtual, tapi bila dipikir lagi bagaimana jika hostnya ternyata hilang tiba-tiba. Bukannya berlanjut dengan perkuliahan daring yang efektif, malah sama-sama menunggu ketidakjelasan. Drama, drama. 

Si pemburu kuota ini sebenarnya sedang menunggu kehadiran sesuatu. Sebelumnya, kami, mahasiswa telah memenuhi syarat untuk memperbaharui profil kemahasiswaan karena kabarnya, bantuan dana yang kita peroleh akan berbentuk subsidi kuota. Makanya, kami dengan sigap memperbaharui profil untuk melengkapi data, termasuk nomor kontak yang sesuai untuk mengakses koneksi internet.

Ringkasnya, saya izin memberi tahu, padahal kuliah sudah berpekan-pekan, RPS mulai berjalan, tugas kuliah sudah mulai bergiliran. Tapi, subsidi kuota belum turun, yah? Kemanakah gerangan? Kami sudah sabar menunggu selama hitungan pekan. Kami turut mendoakan agar tahap verifikasi dan validasi cepat selesai, dan semoga saja hasilnya cepat sampai. Kami pun tidak butuh embel-embel yang selalu dijanjikan. Kami hanya perlu bukti secara nyata. Semoga pihak yang bersangkutan bisa menyegerakan kepentingan Pendidikan yang sudah diujung akses serba online ini.

Baca juga: 4 Keuntungan Kuliah berbasis Daring Semua Nomor Bikin Tercengang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *