Kabar Literat

Kampung Cijeruk yang Ditinggalkan

Februari 25, 2020

Pada hari Sabtu (22/2), kelompok 5 KKN Desa Lembang mengunjungi kembali tempat KKN-nya, yaitu di RW 08 Kampung Cijeruk. Tujuan dari kunjungan ini adalah mengetahui bagaimana respon dan kondisi pasca-KKN. 

Salah satu tempat yang mengalami dampak adalah PAUD Jeruk Manis. Di tempat tersebut, anak-anak mulai terbiasa melakukan hal-hal kecil yang berdampak besar. Ini tak lepas dari pembiasaan yang dilakukan oleh mahasiswa kepada anak-anak. Contohnya: membuang sampah pada tempatnya, tertib berdoa sebelum dan setelah belajar, mengucapkan salam kepada siapapun, dan masih banyak lagi.

“Respon dari anak-anak sangat kehilangan ketika mahasiswa selesai KKN karena mungkin awalnya mereka jenuh dengan variasi pembelajaran yang kita berikan, kalau dari segi masyarakat juga terasa kebermanfaatannya dari kegiatan yang dihadirkan.” Ujar Bu Tutiek Umar selaku Ketua Kader RW 08.

Program selanjutnya yang masih dilanjutkan adalah Penanaman Bibit Kelor. Program ini bertujuan untuk menyadarkan akan pentingnya menanam pohon kelor yang memiliki banyak kandungan di dalamnya. Kegiatan ini dimulai dengan pembagian produk dari pengolahan daun kelor berupa puding yang dapat dikonsumsi oleh berbagai kalangan, selanjutnya dijelaskan pula cara pengolahannya dan manfaat dari daun kelor tersebut.

“Bibit kelor alhamdulillah sudah ditanam, rencananya karena banyak manfaatnya, kami ingin membuat taman daun kelor.” Ucap salah satu pengajar di PAUD tersebut. 

Selain itu, pengajar-pengajar di PAUD tersebut berharap para mahasiswa tidak melupakan daerah ini. Sebab bagi mereka silaturahmi tidak boleh putus. 

Baca juga: Sudahkah Anda Berbahasa Ibu Hari Ini?

Selain program yang dilakukan di PAUD Jeruk Manis, ada pula program Seminar Lingkungan yang sasarannya adalah masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini adalah menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan dan juga cara mengolah sampah dengan biocompound. Kegiatan ini sukses mengubah pola hidup masyarakat dalam hal kebersihan.

“Dari yang awalnya masyarakat bingung meyoal bagaimana pengolahan sampah, setelah diberikan sosialisasi, sedikitnya pola pikir mereka berubah dengan penggunaan biocompund yang disosialisasikan waktu itu.” Ujar Bu Tutiek Umar lagi. 

Harapannya, semua hal yang dikerjakan oleh mahasiswa dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Lembang, khususnya bagi masyarakat Kampung Cijeruk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *