Q&A

Q&A Literat Bersama Karina Diah Rahmawati, Putri Bumi Siliwangi 2019

Januari 28, 2020

Q: PutraPutri Bumi Siliwangi itu apa sih? Bisa diceritakan sedikit?

A: Putra-Putri Bumi Siliwangi itu jadi sebuah duta kampus, sebuah komunitas, sebuah organisasi. Lebih tepatnya sebuah organisasi kampus UPI. Jadi di sini tuh putra-putrinya itu dikumpulkan, jadi yang berprestasi dengan yang segala macemnya untuk bisa menjadi salah satu perwakilan dari mahasiswi UPI sebagai duta kampusnya. Mewakili kampus, mewakili ke jenjang lainnya, atau bisa ke kampus lain juga, ya mewakili kampus.

Q: Apa alasan ikut PutraPutri Bumi Siliwangi?

A: Alasan ikut Putra-Putri Bumi Siliwangi itu yang pertama karena rasa penasaran sih. Awalnya gak tahu juga PPBS itu apa, oh ternyata Duta Kampus UPI. Dari rasa penasaran ini juga ingin coba-coba, siapa tau bisa dapat pengalaman baru di sini dan dapat pembelajaran baru. Selain karena alasan itu juga, ingin naklukin rasa penasaran aku.

Q: Ceritain dong dari awal ikutan sampai jadi pemenang.

A: Awal dari daftar itu aku daftar paling telat dan paling mau ditutup. Pokoknya paling terakhir aja daftarnya waktu itu di depan Gedung PKM. Terus daftar aja, ah siapa tau rezekinya di sini bisa ikut duta kampus juga. Nah setelah daftar, kita ikut pra-karantina. Pra-karantina ini dilaksanakannya setiap Sabtu—Minggu, waktu itu dilaksanakannya selama dua minggu. Nah udah pra-karantina itu minggu terakhirnya itu ada sesi wawancara. Kita diwawancara aja di situ. Nah Karin tuh sebenernya gak yakin gitu diwawancara tuh, karena gak maksimal ngejawabnya palingan seadanya karena memang di PPBS itu prinsipnya “Be yourself”. Brave, brain, beauty, pokoknya itu. Dan behavior juga kita dilihat dari kelakuan kita, keseharian kita, itu pasti kelihatan. Brain dari prestasi juga kecerdasan dengan yang lainnya. Beauty dari kecantikan juga kegantengan, tapi enggak juga sih, ya. Jadi intinya itu inner beauty sama inner handsome lah intinya mah kayak gitu. Jadi kharisma kita, penampilan, dan lain-lainnya. Jadi itu waktu wawancara, udah aja wawancara. Terus kita nunggu hasilnya ini, waktu itu sekitar jeda dua hari. Pas udah itu keterima di PPBS-nya. “Selamat Anda lolos ke-40 besar Finalis Putra-Putri Bumi Siliwangi”, aduh gak nyangka gitu, ya. Sekarang berarti tinggal fighting selama karantina dua bulan buat ke grand final, sampai Oktober kemarin grand final itu. Gak nyangka juga sih ya, gitu. Ya Allah apakah benar ini teh gitu? Apakah mimpi gitu, ya? Tapi memang bener gitu alhamdulillah. Dan masuk aja gitu ya ke PPBS, nah 40 besar ini udah jadi duta kampus terpilihnya, Putra-Putri Bumi Siliwangi. Setelah itu udah aja masuk karantina, nah di sana kita karantina selama dua bulan setiap Sabtu—Minggu. Dan itu disela oleh kuliah, kan Senin—Jumat kita kuliah, baru Sabtu—Minggu-nya karantina, jadi gak libur banget. Harus ngebagi tugas dan segala macem gitu ya dan itu tuh bener-bener ngorbanin waktu banget antara PPBS dengan tugas kuliah. Jadi kita harus bisa me-manage, di situ kesulitannya. Nah selama dua bulan di karantina ini, kita belajar tentantg manner, tentang bagaimana bicara, duduk yang baik dan benar, terus beauty class, kalau untuk putra itu grooming class. Pokoknya di sini kita belajar bagaimana cara kita membenah diri, bagaimana kita menjadi diri kita sendiri yang sebenarnya, seutuhnya, tanpa rekaan apa pun. Terus juga belajar catwalk gitu ya dan di PPBS itu jujur yang paling susah itu sih menurut aku mungkin yang belum bisa catwalk modeling gitu, susah. Dan di sini kita juga belajar catwalk dengan heels tinggi menjulang sekitar 12—16 cm, maksimalnya itu 16 cm. Kita belajar aja catwalk sampai bisa, putra juga sama belajar pake pantofel. Pasti kan pegel-pegel tuh, ya. Selama itu kita juga latihan nari, latihan public speaking, terus Q&A tanya jawab buat di grand final, dan yang lain-lainnya. Kita belajar catwalk segala macem pokoknya banyak banget dan pematerinya juga luar biasa banget. Nah di sini kita setiap Sabtu—Minggu tuh pematerian, pematerian, pematerian, tapi ada juga prakteknya. Kayak praktek opening number, dan yang lain-lainnya, pokoknya banyak banget kalau diceritain mah. Terus di sini kita belajar dance juga, belajar nari. Dan nari ini tuh buat pementasan pas nanti grand final kita. Ya pokoknya meriah banget, kemarin itu kita nari dengan tema Sumatra Barat, Padang, adat Minang. Dan di sini tuh prosesnya sangat panjang sekali dan alhamdulillah sekarang bisa keterima di PPBS gitu, ya. Cuma gak masuk nominasi, yang penting udah jadi duta kampus mewakili fakultas, mewakili prodi juga udah seneng alhamdulillah. Dan gak nyangka juga gitu bisa sampai sini, ya itulah pokoknya speechless aja pokoknya. Dan di PPBS sekarang gak ngejabat jadi apa-apa, paling jadi duta kampus aja.

Q: Harus punya keahlian, ya?

A: Kalau keahlian pasti semua orang kan punya. Nah misalkan aku ini keahliannya kayak nyanyi bisa keahlian, tapi kan itu keahlian maing-masingnya berbeda-beda. Sebenernya kalau menurut aku tuh keahlian setiap orang tuh pasti percaya diri, punya percaya diri, ada berani, itu udah keahlian pribadi dan kebanggan tersendiri gitu. Contohnya kayak aku aja misalkan atau mungkin seseorang ya, yang ingin melawan sebuah ketakutannya dan dia mempunyai keberanian yang kuat, nah itu udah keahlian lho. Keahlian untuk menguasai diri sendiri dan bisa menjadi diri sendiri itu menurut Karin adalah sebuah keahlian.

Q: Suka takut makan banyak gak? Kan kudu body goals.

A: Sebenernya enggak ya kalau takut makan banyak, soalnya da badan ge cungkring kieu. Kumaha nya, kurus gitu, ya. Sebenernya kalau body goals di PPBS itu gak terlalu di ini banget. Tapi ya tentunya kalau penampilan pribadi untuk lebih bagusnya pasti diperhatikan. Jadi itu mah kembali lagi ke pribadi msing-masing. Soalnya kalau makan banyak, makan sedikit, itu kembali lagi ke orangnya. Tapi intinya itu kita butuh makan, namanya juga manusia gitu ya, kan. Gak mungkin juga kita karena insecure kayak di film Imperfect mislkan, kan ada karakter yang gendut kadang dia gak percaya diri kalau gendut, gini gini gini. Sebenernya kita bisa kok, mau seperti apa pun bentuk badan kita, berat badannya segala macem. Itu cewek-cewek biasanya suka ribet tuh ya sama berat badan. Sebenernya kalau kita bisa ngontrol makan dengan baik itu ya alhamdulillah gitu, yang penting kan kita sehat. Gitu aja.

Q: Waktu unjuk bakat nampilin apa?

A: Unjuk bakat waktu itu aku nampilin puisi enam bahasa. Enam bahasa ini yang ada di FPBS, kecuali bahasa Korea sama bahasa Arab karena pelafalannya agak sedikit something problem. Nah aku nampilin puisi enam bahasa judulnya “Cinta dan Benci” karya Chairil Anwar, tapi aku terjemahin jadi enam bahasa. Bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Sunda, bahasa Jepang, bahasa Jerman, sama bahasa Prancis. Yang enggak itu bahasa Korea sama bahasa Arab karena pelafalannya cukup sulit. Kebetulan emang suka puisi juga. Walaupun gak bisa bikin sama bacanya, mungkin masih kurang bagus, ya. Kebetulan juga punya temen Karin tuh, jadi minta tolong aja ke bahasa Jerman ini udah bener belum sih tulisannya, bacaannya gimana sih, jadi buat nampilin ya gitu paling.

Q: Ari itu Putra Bumi Siliwanginya pasangan bukan?

A: Pasangannya yang mana dulu, ya? Soalnya kalau pasangan di PPBS itu banyak. Karena dari awal masuk kita kan diseleksi ya, 40 besar itu jadi 20 pasang. Jadi berdua-berdua, gak ada yang jomblo. Tapi kalau pasangan aku, aku kan nomor finalisnya 20. Kalau putranya ganjil, kalau putrinya genap. Aku finalisnya 20, pasangan aku nomor 19. Pasangan aku nomor 19 itu Den Yovi, dia fakultasnya di FPIPS. Jadi kita itu digabung sama fakultas lainnya tapi dipasang-pasangin. Ada yang satu fakultas, ada yang ngacak, ada yang beda, ada kampus daerah juga gitu. Jadi pokoknya kita berpasangan. Gak seumur hidup sih, cuma di karantina doang.

Q: Setelah terpilih jadi Putri Bumi Siliwangi, sekarang sibuk apa?

A: Sibuk paling ya berangkat kuliah, pulang kuliah, dugdag, paling itu. Kesibukannya di kuliah terus MC, selain itu juga kan bagi waktu sama part time lainnya gitu ya kayak kerja, MC. Alhamdulillah aku udah sering bawain acara di berbagai macam acara. Semi formal, formal, maupun non-formal. Paling MC kayak di acara kondangan atau yang lainnya, freelance lah. Terus di Eska Radio, sekarang sibuknya paling ya ada tugas-tugas yang belum beres di HRD gitu, kan menjabat sebagai HRD. Terus di siaran, pokoknya di pengontrolan anggota Eska Radio. Selain itu juga sering ikut kumpul-kumpul komunitas literasi di Bandung. Jadi gitu ikut kumpul-kumpul, kayak jadi MC-nya, jadi moderator, ataupun jadi yang lainnya. Selain itu juga di PPBS. Kadang kan PPBS juga suka ada duty-duty. Kita mewakili kampus anu ke duta kampus mana, pemilihan duta apa, ada studi banding kampus ini dengan kampus ini, PPBS yang maju.

Q: Iraha ngaliwet yeuh?

A: Aduh Ari Rahman FPEB ini mah pertanyaannya tau. Aduh ngaliwet teh iraha nya? Da terakhir waktu kemarin itu kita sempet makrab di Lembang itu ngeliwet, paling terakhir itu di situ. Kalau iraha-iraha deui mah duka teuing atuh, Mang, da abdi oge da teu aya waktosna oge, jadi teu terang ieu teh nya. Ke we mun terang mah nya di-calling-an.

Q: Hal apa yang tidak terlupakan selama ikut Putra Putri Bumi Siliwangi?

A: Duh banyak. Yang gak bisa dilupain itu banyak banget pokoknya. Yang gak dilupain mulai dari awal daftar itu paling terakhir banget sumpah inget banget, sampe sekarang juga gak nyangka gitu ya, daftar terakhir tapi ujung-ujungnya keterima. Terus yang paling gak bisa dilupain itu pas karantinanya. Ketemu pemateri-pemateri hebat, ketemu pemilihan Putri-Putri Indonesia. Terus kadang ada momen-momen konyol juga bareng PPBS tuh kayak heels copot, jatuh tijalikeuh, perjuangan untuk bisa catwalk gitu ya untuk bisa jadi feminim, meskipun sekarang masih agak tomboi gitu sih kelihatannya. Dan juga belajar makeup, jujur aja sih Karin paling gak bisa banget makeup tapi sekarang alhamdulillah udah bisa, belajar, ya pokoknya di momen-momennya itu belajar. Ketemu temen-temen kampus daerah juga, dari Purwakarta, dari Serang, dari Cibiru, wah banyak pokoknya. Dari berbagai kamda, Sumedang juga ketemu. Pokoknya ketemu banyak temen-temen baru. Nah itu pengalamannya gak bisa dilupain banget apalagi riuh-riuh pas di Gymnasium pas Grand Final.

Q: Apa capaian selanjutnya?

A: Capaian selanjutnya, yaitu lulus kuliah pastinya. Tepat waktu 4 tahun, kalau bisa sih 3,5 tahun, aamiin. Capaian selanjutnya juga waktu tahun kemarin itu ikut Duta Bahasa Jawa Barat tapi cuma 100 besarnya aja. Jadi aku tuh ingin ikut lagi, pokoknya hal-hal yang pernah aku ikuti yang lalu-lalu belum berhasil, gagal, atau kemenangan yang tertunda. Aku ingin coba lagi, coba lagi, coba lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *