Q&A

Q&A Literat Bersama Ketua Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia: Ibu Dr. Isah Cahyani, M.Pd.

Maret 22, 2020

Q: Pentingkah dosen menulis opininya di publik Literat?

A: Boleh. Itu sebuah opini ya, sebuah pilihan. Apabila dosen itu memiliki perhatian terhadap Literat dan orang-orang Literat juga memiliki interaksi, komunikasi dengan dosen, boleh.

Q: Siapakah dosen favorit Ibu di Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia?

A: Semuanya favorit saya, semuanya kesayangan saya. Big hugs. Dosen-dosennya soalnya hebat-hebat. Selain memiliki sikap yang baik kemudian juga ilmu yang mumpuni, itu adalah sebuah mutiara bagi saya. Terus kapasitas dosen-dosen di sini penuh kasih sayang, religius, dan juga ilmu-ilmunya sangat tinggi.

Q: Kenapa departemen tidak mengadakan semester pendek? Padahal kami-kami ini butuh untuk berbagai keperluan.

A: Wah, semester pendek yang belajarnya siapa? Mahasiswa. Jadi yang mengajukan semester pendek siapa? Mahasiswa. Jadi apabila mahasiswa membutuhkan semester antara, itu diajukan pada kami kemudian kami unggah mata kuliah apa saja yang bisa diperlukan oleh para mahasiswa. Mahasiswa perlu mata kuliah apa, ajukan dengan surat atau ajukan bersama teman-teman, nanti kami unggah, silakan ambil. Jadi itu tergantung pada Anda, karena yang belajar kan Anda. Bu/Bapak, boleh kami mengadakan semester antara? Wah, senang sekali. Berarti Anda bisa dua setengah tahun atau tiga tahun belajarnya. Jadi bisa lebih cepat ya, akselerasi.

Q: Bu, AC di kelas gak kerasa dingin, masih kalah dengan banyaknya jumlah mahasiswa. Akan ada AC tambahan atau bagaimana?

A: Ada. Jadi saya akan minta setiap kelas itu ada dua AC, kemudian wifi juga dipasang dua. Sekarang kan baru empat ya dipasang. Begitu.

Q: Bu, WC lantai 5 rombak dong Bu.

A: Iya, mau dirombak, dari fakultas ya. Itu yang bertanggung jawab tentang semua ruangan ini adalah fakultas. Kalau kami departemen, prodi, itu hanya pada bidang akademik, bukan pada bidang fasilitas. Jadi kalau ada masukan, boleh Anda buat surat, Anda permohonan. Di fakultas ada surat permohonan. Anda ingin perbaikan toilet atau apapun mintanya ke bagian sarana, Pak Engkus. Ada surat, minta diperbaiki, nanti diperbaiki. Jadi masalah fasilitas, gedung, segala macam ini punya fakultas. Yang masang AC nya salah juga bukan kami kan, bagian operator dan lain-lainnya.

Q: Bu, untuk uang praktikum atau penelitian apakah mungkin bila mengajukan tambahan?

A: Bisa, tapi harus sebelumnya ya. Dari sebelum praktikum kebutuhannya ini, ini, ini, nanti ada tambahan. Jadi ada standar biaya umum. Biasanya kebutuhannya meningkat kan sekarang, harga-harganya naik.

Q: Seperti apa sifat mahasiswa yang Ibu senangi dan Ibu harapkan?

A: Wah, sesuai dengan motto UPI dong. Yang edukatif, ilmiah, dan religius. Mereka memiliki kompetensi untuk meneliti, mereka memiliki sikap yang baik, ramah, sopan, disiplin, bertanggungjawab, dan suka menulis. Karena menulis itu diperlukan bagi semua mata pencaharian. Dimanapun Anda berada menulis itu pasti diperlukan. Jadi kalau Anda sering bersilaturahmi dosen-dosen semuanya senang, berarti ada komunikasi. Seperti kegiatan-kegiatan Anda Hima yang sekarang itu penuh dari bulan ke bulan. Jadi mahasiswa ada kegiatan, yang penting positif.

Q: Bagaimana cara supaya bisa keren seperti Ibu?

A: Anak-anak ini suka guyon gitu ya. Keren apanya ya, perasaan Ibu biasa-biasa saja. Yang jelas, nomor satu kita harus banyak berdoa. Yang kedua kita harus banyak membaca, sebagai insan akademik kita harus mampu meneliti. Dan selain itu juga kita harus mempunyai sikap yang baik, suka menolong, perhatian, ramah, dan komunikasinya juga tidak hanya di sini, tapi ada tingkat nasional dan internasional. Sekarang UPI di Asean menjadi peringkat pertama karena para dosennya menulis kopus. Alhamdulillah, saya sudah ada 5 yang terjalin dalam kopus. Terima kasih, sampaikan salam untuk mahasiswa yang bilang saya keren. Mudah-mudahan selamat dunia akhirat ya.

Q: Bu, ruangan lantai 3 boleh dijadikan sekre BSO Literat gak?

A: Itu mintanya ke fakultas, ya. Coba buat proposal, buat surat permohonan, nanti kita tandatangani, diajukan ke fakultas. Pokoknya Literat the best. Sangat baik, sangat bagus. Saya apresiasi yang sangat tinggi untuk BSO Literat.

Q: Anggaran kemahasiswaan berapa? Dan anggaran paling besar tahun ini kemana?

A: Anggaran kemahasiswaan di mana nih? Itu di fakultas. Kalau kemahasiswaan anggarannya di fakultas, kalau kita tidak. Kita akademik saja. Pengajaran, penelitian, pengabdian, dan komunikasi internasional. Jurnal, seminar internasional. Itu saja kalau yang di prodi. Jadi kita itu lebih ke akademik, tri dharma perguruan tinggi. Bukan masalah urusan kemahasiswaan karena di kita tidak ada kemahasiswaan, itu adanya di fakultas.

Q: Bagaimana pandangan Ibu tentang tulisan Literat yang memuat keresahan atau curhatan mahasiswa pada kampus, departemen, dan sebagainya?

A: Menurut saya itu sebagai alat komusikasi ya, ajang komunikasi. Jadi kita mengetahui curhatan mahasiswa, keinginan mahasiswa. Jadi secara tidak langsung itu kan memperbaiki sistem, memperbaiki bagaimana kita memenuhi keinginan mahasiswa sesuai dengan rancangan, sesuai dengan segala macam yang sudah dirancangkan oleh departemen, fakultas, dan oleh UPI. Saya rasa atau Anda rasakan bagaimana dosen-dosen di Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia? Jika dibandingkan dengan jurusan lain, jika dibandingkan dengan perguruan tinggi lain, ada tidak kasus mahasiswa yang sudah menghilang  tiga semester tidak membayar UKT? Kasihan kalau dia tidak lulus, dia anak terpandai di Kabupaten, dia masuk kesini dengan undangan dengan nilai yang sangat tinggi. Tiba-tiba dia menghilang tiga semester, barangkali dia mau melanjutkan, kami mengutus TU. Mencari-cari kemana, alamatnya dimana, sampai ditemukan. Alhamdulillah sekarang dia sudah ujian PPL dan sedang menyelesaikan skripsi. Yang satu lagi sudah mentok tidak bisa membayar kemudian departemen, dosen-dosen kompak bergerak supaya bisa membayar UKT, Alhamdulillah selamat. Jadi sepanjang itu ada kabar pada kami, insyaallah kami tangani dengan cepat.

Q: Apa ada wacana departemen buka perpustakaan atau mempublish buku-buku departemen?

A: Ada, ada rencana. Dan itu sebenarnya boleh saja kan ada yang meminjam, tetapi karena itu buku-buku unik, buku-buku yang langka, jadi dibacanya di sana. Seperti skripsi ya, kami ini mau masukkan buku-buku hibah dari Jerman. Itu Pak Syahrul Syarif, Ketua Departemen pertama itu belajar di Moscow kemudian buku-buku dari sana diwariskan pada kami. Jadi pewaris kami itu siapa lagi kalau bukan Anda para mahasiswa, begitu. Jadi kita insyaallah akan membuka perpustakaan, akan membuat perpustakaan. Sesuai dengan rapat kemarin dengan Pak Dekan bahwa kita akan punya perpustakaan. Dulu kami perpustakaan punya, paling lengkap. Tetapi kemudian ada kebijakan rektor yang harus dipindahkan semua ke sana. Jadi buku-buku kami diangkut semua ke perpustakaan pusat. Jadi sebenarnya dulu kami ada, justru saya juga pernah bekerja sama dengan Hima, waktu Hima siapa ya, pernah itu. Coba Anda studi banding ke Bahasa Prancis, Bahasa Jepang, Bahasa Arab, yang ada perpustakaannya supaya bukunya terjaga. Itu saja. Karena buku amanah dan itu juga kan literasi untuk adik-adik kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *