Q&A

Q&A Literat Bersama Rafqi Sadikin

Januari 10, 2020

Q: Bagaimana pandangan Anda tentang BSO Literat?
A: BSO Literat adalah media yang baru, fresh, dan juga punya tujuan-tujuan menarik untuk jurusan ini. Ya sesuatu yang baru lah. Jadi pandangan saya terhadap BSO itu segala yang baru dan terbarukan.
Q: Bagaimana pandangan Anda terhadap Hima Satrasia?
A: Kalau tadi saya bilang BSO baru, maka pandangan saya terhadap Hima Satrasia harus diperbaharui. Jadi ya Hima Satrasia itu prinsipil, ajeg ya, tapi dia mesti punya forma baru.
Q: Apa masalah tersulit selama memimpin BSO Literat?
A: Masalah tersulitnya ngumpulin orang sih, ya. Jadi susah banget ngumpulin orang itu. Ngumpulin duit masih mending, kalau ngumpulin orang agak susah, ya. Jadi pertama mengumpulkan orangnya, kemudian menjaga konsistensi sih. Satu lagi masalahnya itu tertib, susah buat tertib. Dari administrasi kemudian liputan segala macem belum tertib, nah itu masalahnya.
Q: Hal apa yang paling Anda banggakan dari BSO Literat ketika berada di bawah kepemimpinan Anda?
A: Yang paling saya banggakan adalah pertama, Literatnya jalan. Kedua, Literatnya dia punya integrity. Dia sudah punya massa, sudah punya publik, dan juga punya orang-orang yang menjalankannya. Itu yang membuat saya bangga.
Q: Apa pengalaman menarik yang pernah Anda alami selama memimpin BSO Literat?
A: Salah satu pengalaman menariknya adalah pertama, mewawancarai orang yang belum saya kenal, ya. Yang entah dia interest-nya apa, entah kesukaannya apa, pekerjaannya apa, kan saya gak tahu. Tiba-tiba saya berkenalan dengan orang itu. Kalau hal menarik yang lainnya saya menemukan bakat-bakat yang ada di jurusan kita, tapi tidak terekspos dengan betul gitu. Nah itu menarik.
Q: Sudah naik berapa kilo semenjak berhenti menjadi CEO BSO Literat?
A: Saya waktu Muma 95, hari ini saya 96. Saya naik satu kilo.
Q: Apa harapan Anda untuk BSO Literat ke depannya?
A: Harapan saya simple sih. Literat terus berjalan ya, dan progress. Permasalahan setiap tahunnya itu dia berjalan, tapi stagnan. Nah harapan saya berjalan dengan progress. Dengan progress itu dia pasti rame lah.
Q: Demis dapet pacar gimana caranya? Soalnya ketua yang satu lagi gak bisa.
A: Demis dapet pacar itu natural. Jadi ya selain skill dan eksekusi ya, jadi kalau yang satu lagi skill-nya bagus tapi susah nge-gol-in-nya. Nah kalau saya simple, kick and rush, ya gitu.
Q: Apa yang gak bisa dilupain dari Literat?
A: Yang gak bisa saya lupain dari Literat pegawainya, juga yang mendukung keberlangsungan Literat. Dan juga turut membangun kembali, yang terus menjalankannya hingga hari ini, saya gak bisa lupain. Juga Literatnya sih, webnya, ya. Karena itu perjuangan, entah nulisnya ada yang sambil dibirit-birit polisi, ada yang sambil patah hati nulisnya, banyak, ya. Itu gak bisa saya lupain momennya.
Q: Satu kata untuk Literat?
A: Maju!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *