Q&A

Q&A Literat Bersama Tofan Aditya

Januari 25, 2020

Q: Bagaimana pandangan Anda tentang BSO Literat?

A: Pandangannya mengenai BSO Literat tahun ini, ya keren sih. Mengalami kemajuan yang luar biasa, khususnya dalam mendobrak hal-hal baru. Itu keren sih menurut saya untuk BSO Literat tahun ini. Kalau secara keseluruhan ya BSO juga karena masih bagian dari Hima Satrasia, berarti memiliki tanggung jawab yang sama dengan pengurus Hima Satrasia. Pokoknya dengan perubahan-perubahan yang ada, saya kira BSO Literat berada di posisi yang sejajar. Walaupun dari dulu sejajar, tapi stigmanya kan di bawah. Masih ada yang di atas dan di bawah, nah sekarang saya kira itu sejajar dua-duanya.

Q: Bagaimana pandangan Anda tentang Hima Satrasia?

A: Bagi saya Hima Satrasia rumah sih, yang melahirkan saya juga Hima Satrasia. Barangkali kalau gak ada Hima Satrasia juga mungkin saya gak akan duduk di sini, gak akan mengalami hal-hal yang luar biasa lah, apalagi pengalaman menjadi ketua umum itu bagi saya sangat luar biasa. Setelah jadi ketua umum, ya pengalaman yang tidak akan didapatkan di mana pun sih, saya kira begitu.

Q: Jadi ketua himpunan udah dapet apa aja? Udah puas dengan apa yang kamu lakukan?

A: Ya jadi ketua umum, dibilang puas gak puas ya belum sih, belum puas. Karena masih banyak hal yang belum saya lakukan sebagai ketua umum. Hanya saja jika di Hima Satrasia diberitahu saya ya belajar juga gak harus jadi ketua umum. Masih ada plot-plot lain yang bisa diberdayakan sehingga saya bisa belajar di Hima Satrasia. Jadi walaupun merasa belum cukup, saya kira saya bisa mengejar meskipun tidak sebagai ketua umum.

Q: Ngurus BSO gak nih, Tum?

A: Ngurus lah. Kan aku masuk kelas jurnalistik juga gara-gara mau ikut BSO.

Q: Apa pengalaman menarik yang pernah Anda alami selama memimpin?

A: Pengalaman menarik banyak sih, yang paling berkesan itu ya kaderisasi sama bulan bahasa. Kaderisasi ya dengan berbagai permasalahan yang ada, saya dituntut untuk mengambil keputusan cepat walaupun ya kelemahan saya sulit untuk menentukan keputusan cepat. Tapi ya saya belajar dari sana bagaimana cara mengambil keputusan. Terus juga GBSI, saya kira itu menjadi hal yang luar biasa dengan masalah-masalah yang ada, dengan problematika yang ada, itu menjadi pengalaman yang tidak mungkin saya dapatkan di organisasi mana pun. Apalagi di luar UPI ataupun di mana pun. Minus uang banyak, dengan masalah-masalah yang hadir lainnya, itu menjadi hal yang menarik sih.

Q: Hal apa yang paling Anda banggakan dari BSO Literat ketika berada di bawah kepemimpinan Anda?

A: BSO Literat yang saya banggakan, BSO Literat berubah sih secara signifikan menjadi lebih aktif, jadi punya tujuan yang jelas, jadi punya pola kerja sendiri yang walaupun berbeda dengan Hima Satrasia juga masih relevan dengan zaman yang ada. Itu yang saya apresiasi, di luar hal-hal lain seperti peluncuran Web Literat, itu tentu program-program yang dihadirkan. Tapi secara dasarnya, saya suka dengan pola kerja BSO Literat yang baru. Itu mendobrak kebiasaan lama BSO sebelumnya. Itu yang saya banggakan dari BSO Literat tahun kemarin.

Q: Nama Ketua Umumnya kan Tofan, pas ngurus banyak terkena angin tofan gak nih?

A: Wah, banyak banget kalau angin tofan. Ya kan himpunan juga masalah sih, ladang masalah. Saya kira tugas himpunan juga menyelesikan masalah-masalah tersebut. Kalau masalah mah pasti ada, banyak. Cuma ya pilihan sih, mau menyelesaikan masalahnya atau enggak, gitu sih.

Q: Sudah naik berapa kilo semenjak berhenti jadi ketua himpunan?

A: Aku belum timbangan lagi. Tapi kayaknya gak terlalu gede tuh masih kurus, tangan-tangan juga tuh masih kurus, gak terlalu berpengaruh sih kayaknya.

Q: Apa harapan Anda untuk BSO Literat ke depannya?

A: Harapan untuk BSO Literat, karena ini masih menjadi awal baru untuk BSO Literat, saya harap BSO Literat bisa memaksimalkan atau menyempurnakan hal-hal yang belum sempurna di kepengurusan sebelumnya. Banyak hal yang saya kira harus diperbaiki. Itu juga termasuk dalam hal pola kaderisasi, dalam hal lainnya yang belum tercantum dalam Formula Literat saya kira perlu dikembangkan lagi agar BSO Literat bisa semakin luar biasa nantinya.

Q: Apa yang gak bisa dilupain dari Literat?

A: Literat itu yang gak bisa dilupain adalah pola rapat. Rapat Literat itu beda sama rapat Satrasia. Rapat Literat itu lebih ke rapat-rapat yang santai, non-formal. Tapi di Satrasia lebih ke rapat-rapat yang masih kaku dengan peraturan. Itu sih yang membedakan Literat dengan Satrasia.

Q: Satu kata untuk Literat?

A: Literat, kabarkan kebenaran!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *