Rubrik Sastra

Cinta yang Mencekik di Balik Senyum Maringgih yang Picik

Juli 28, 2021

“Udah gak musim dijodohin. Ini bukan era siti nurbaya”. 

Kalimat tersebut tentu sudah tidak asing di telinga kita. Siapa yang tidak kenal dengan sosok Sitti Nurbaya, karakter fiksi seorang perempuan Minang yang dijodohkan dengan Datuk Meringgih atau Tuan Meringgih. Novel yang ditulis oleh Marah Rusli ini  pernah difilmkan dengan judul yang sama pada tahun 1942 dan disutradarai oleh Lie Tek Swie. Kemudian sempat kembali popular pada tahun 1991 berbentuk miniseri dengan judul Sitti Nurbaya (Kasih Tak Sampai) yang tayang pertama kali di TVRI pada 7 September 1991 dan berakhir di tanggal 28 September 1991, disutradarai oleh Dedi Setiadi. Sinetron Sitti Nurbaya merupakan sinetron primadona pada masanya dan dianggap sebagai tonggak bersejarah dalam dunia sinetron tanah air.

Di pertengahan tahun 2021 atau lebih tepatnya kamis (1/7), film ini kembali muncul dengan sajian berbeda dari novel atau serial sebelumnya. Kali ini Sitti Nurbaya hadir dengan sajian baru dan segar, yaitu dengan mengusung konsep serial musikal yang menghadirkan tarian dan nyanyian pada setiap episodenya dengan begitu indah. Serial musikal ini dipublikasikan di kanal youtube IndonesiaKaya, disutradarai oleh Naya Anindita yang bekerjasama dengan Garin Nugroho, kelompok Teater Musikal Nusantara (TEMAN). Sebelumnya, Indonesia Kaya juga  telah sukses menggarap 6 cerita rakyat yang diadaptasi ke dalam drama dengan cerita dan penyampaian yang dikemas secara menarik dan berbeda dari film yang sudah ada.

Walaupun kita sudah mengetahui alur dari cerita Sitti Nurbaya ini, IndonesiaKaya selalu memberikan hal baru dan menarik dari setiap episodenya, sehingga kita dibuat penasaran untuk menunggu episode-episode yang akan datang. Seperti yang dilansir dari Alinea.id, Garin mengatakan bahwa terdapat penambahan karakter dalam serial musikal ini untuk memperkuat bumbu musikalitasnya.

Permasalahan dalam serial ini sama seperti cerita aslinya, yaitu bermula ketika Nurbaya yang dipaksa menikah karena orangtuanya mempunyai hutang kepada Meringgih. Dengan tipu daya dan cara yang licik, Meringgih melakukan segala cara agar hutang tersebut tidak terbayar dan sebagai gantinya, Nurbaya harus menikah dengan Meringgih. Padahal saat itu Nurbaya sedang menjalin kasih dengan Syamsul Bahri, yang kemudian meninggalkan Nurbaya karena harus melanjutkan sekolahnya.

Pernikahan sudah terjadi, namun tetap saja Nurbaya tidak mencintai Tuan Meringgih. Bahkan Nurbaya bersiasat untuk menghancurkan Meringgih beserta usaha Taman Edannya. Satu lagi yang paling berbeda dan mencolok pada serial ini, Tuan Meringgih digambarkan sosok yang belum terlalu tua, berbeda dengan film sebelumnya yang diperankan oleh almarhum Him Damsyik yang pada masa penggarapan miniseri Sitti Nurbaya tahun 1991 sudah tua. Dengan hadirnya sosok Meringgih yang masih muda ini menambah fresh penyajian serial musikal.

Sampai saat ini kanal youtube IndonesiaKaya masih merilis 4 episode dari total 6 episode. Artinya, tersisa 2 episode lagi sebelum akhirnya drama musikal ini tamat. Akan seperti apakah kelanjutan kisahnya? Akankah Nurbaya dan Syamsul Bahri dalam cerita kali ini bersatu, atau mungkin berpisah karena maut yang memisahkan seperti cerita asli dalam novelnya?

Baca juga : KENTUT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *