Top Pick

4 Film Ini Akan Merubah Persepsimu Terhadap Perempuan: Part 2

November 1, 2021

Rasanya senang sekali melihat antusiasme kawan-kawan yang membaca artikel top pick kemarin, ini menandakan banyak yang mulai menyadari pentingnya mempelajari isu-isu yang ada di masyarakat, khususnya mengenai perempuan. Oleh karena itu, penulis kembali dengan 4 film yang mengangkat kisah perempuan.

1. Kim Ji-young: Born 1982

Menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan seumur hidup. Seorang ibu akan mendedikasikan seluruh waktu dan tenaganya untuk keluarga. Seringkali mereka kehilangan ruang dan waktu untuk dirinya sendiri. Mereka kehilangan identitasnya karena yang mereka tahu mereka adalah ibu dari anaknya, istri dari suaminya, dan menantu sempurna untuk mertuanya. Inilah yang berusaha digambarkan oleh film adaptasi dari novel karya Cho-Namju yang berjudul serupa, Kim JI-Young: Born 1982.

Bercerita tentang kehidupan seorang ibu muda bernama Ji-Young (Jung Yu Mi) yang kehilangan jati diri setelah menjadi ibu rumah tangga. Ji-Young merasa ia hidup sebagai orang lain. Ia menjadi ibu dari seorang anak, menjadi istri dari seorang suami, dan menantu dari mertuanya. Peran dan ekspetasi yang harus ia penuhi membuatnya sangat kelelahan. Hingga pada masa-masa tertentu, Ji-Young akan bertingkah seperti orang lain dan berbicara seperti bukan dirinya sendiri.

Jauh di lubuk hatinya, Ji-Young sangat ingin kembali bekerja seperti saat ia belum menjadi ibu rumah tangga. Bagi Ji-Young, mantan bosnya yang juga seorang ibu adalah potret perempuan yang ideal, yaitu seorang ibu juga memiliki karir yang bagus. Namun ternyata kesempatan yang sama tidak datang untuk Ji-Young. Kondisi kesehatan mental serta perannya sebagai ibu harus ia utamakan terlebih dahulu.

Sebuah bentuk kritik terhadap masyarakat begitu terpancar dalam film ini. Terlihat dari adegan yang memberikan gambaran pandangan rendah masyarakat terhadap ibu rumah tangga, perlakuan yang berbeda antara anak laki-laki dan perempuan, dan ekspetasi tinggi mertua terhadap menantunya. Tak hanya itu, film ini juga menyinggung soal pelecehan seksual yang dialami perempuan dalam pekerjaannya.

2. Hidden Figures

Siapa sangka bahwa 3 perempuan kulit hitam di Amerika Serikat menjadi komponen terpenting dalam berjalannya program awal NASA. Ialah Katherine Goble (Taraji P. Henson), seorang matematikawan di divisi tugas luar angkasa, memegang peranan penting dalam suksesnya program Friendship 7. Dorothy Vaughan (Octavia Spencer), seorang supervisor di divisi barat yang menjadi supervisor perempuan kulit hitam pertama di NASA dan Mary Jackson (Janelle Monae), perempuan kulit hitam pertama yang menjadi insinyur penerbangan di NASA.

Berlatarkan Amerika tahun 60-an, film ini jauh dari kesan kehidupan romansa dan musik klasik khas tahun 60-an. Film ini menyajikan sebuah kenyataan kehidupan orang kulit hitam (people of color) di Amerika yang mengalami diskriminasi ras. Perlakuan yang berbeda mulai dari sekolah yang terpisah untuk orang kulit hitam, rak buku khusus ras kulit hitam hingga terdapat toilet khusus ras kulit hitam.

Diskriminasi terhadap ras kulit hitam saat itu tentu menyulitkan mereka dalam melakukan pekerjaanya. Mary Jackson misalnya, ia harus bisa lulus sekolah teknik khusus kulit putih jika ingin diterima sebagai insinyur penerbangan di NASA. Doroty Vaughan yang sebelumnya tidak diterima menjadi supervisor tetap hanya karena warna kulitnya dan Katherine Goble yang dipandang rendah karena menjadi satu-satunya perempuan kulit hitam yang bekerja di divisi tugas luar angkasa.

3. Believe Me,  The Abduction Of Lisa McVey

Film ini menceritakan kisah nyata yang dialami Lisa McVey saat masih berusia 16 tahun. Di umurnya yang masih belia, Lisa mengalami pelecehan oleh kekasih neneknya sendiri dan diperkosa oleh seorang pembunuh berantai yang menjadi buron di kota Tampa, Amerika Serikat.

Menjadi satu-satunya korban yang masih hidup meninggalkan dugaan bahwa Lisa berbohong. Tidak ada satupun orang, termasuk ibu dan neneknya yang mempercayai kesaksiannya. Hingga ada seorang detektif bernama Larry yang mempercayai Lisa dan membantunya menangkap pelaku tersebut.

Film bergenre true-crime ini mengajarkan bagaimana reaksi yang seharusnya kita berikan jika mendapat kabar bahwa salah seorang kerabat dekat kita mengalami kekerasan seksual. Yaitu dengan cara mempercayai dan memberikan dukungan emosional untuk korban.

4. She’s Beautiful When She’s Angry

And one of the thing I learn from decades ago, when we’re that angry about something that bad, we take action against it,” ujar Judith Arcana sebagai responnya terhadap peraturan yang kembali mengikat otoritas tubuh perempuan di Texas.

Film dokumenter tahun 2014 yang mengupas sejarah gerakan revolusioner atau yang sering kita sebut second wave feminism. Beberapa perempuan yang terlibat dalam gerakan ini menceritakan permasalahan dan ketidakadilan yang dialami perempuan sebelum feminisme lahir. Perempuan di masa itu kerap dianggap sebagai objek seksual dan tidak dilihat sebagai manusia seutuhnya. Pernikahan dianggap sebagai perbudakan, karena adanya budaya patriarki dan dominasi kekuatan laki-laki di dalamnya.

Dalam ranah pekerjaan misalnya, hanya sedikit lowongan pekerjaan untuk perempuan. Kriteria kandidatnyapun tidak memedulikan kemampuan dan keterampilan perempuan dalam bekerja, melainkan kecantikan dari perempuan tersebut. Tidak sedikit dari perempuan di masa itu yang bekerja dan malah menjadi istri atau simpanan dari bosnya.

Kondisi tersebut, memancing amarah beberapa perempuan. Mereka kemudian membuat komunitas dan menyebarkan kritik-kritik mereka melalui gerakan-gerakan revolusioner untuk menuntut kesetaraan. Tak hanya itu, mereka juga turut mengedukasi perempuan mengenai tubuhnya sendiri dan mengajarkan mereka bahwa perempuan punya pilihan atas tubuhnya sendiri.

Dari 4 film tersebut, mana yang menurut kawan-kawan menarik untuk ditonton? Semoga api perjuangan perempuan yang terpancar dalam film ini dapat menular pada teman-teman.

Baca Juga : 4 Film Ini Akan Mengubah Persepsimu terhadap Perempuan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *