Top Pick

Cocok Untuk Kamu Yang Memiliki Impian Menjadi Penulis; Cerita dengan Latar Belakang Penulis dari Drakor, Dorama, dan Serial Netflix! (Part 1)

November 18, 2020

Perkembangan zaman hari ini, terutama di masa pandemik, memang membuat kita menjauhi pola membaca-dibaca menjadi menonton-ditonton. Hal ini disebabkan mudalnya (terlalu banyakyang keluar) alternatif yang praktis, adanya YouTube atau Netflix memudahkan kita untuk melihat cerita yang berbentuk visual.

“Apalah buku?“, kata tetangga yang hanya menjadi bentuk teks imajiner yang perlu divisualkan secara meraba-raba. Padahal kembali lagi pada makna interpretative bahwa semua yang berbentuk visual tersebut bisa lahir dari bentuk teks. Buku sangatlah penting dalam keilmiahan, bukankah begitu?

“Perlu ada minimal 30 rujukan dari buku atau jurnal jika ingin mengutip teori!“, ujar dosen yang perfeksionis tentang investigasi dari tugas yang ia berikan.

Aduh! Kepanjangan. Intinya jika ada waktu luang dan sedikit membutuhkan tontonan yang membantu Anda untuk setidaknya mencoba menjadi penulis, maka ini daftarnya, syukur-syukur ditonton:

  1. Because It’s My First Live

Sinopsis:

Yoon Ji Ho (Jung So Min) merupakan seorang asisten penulis naskah yang tinggal bersama saudaranya, Yoon Ji Suk (Noh Jong Hyun). Meski dikenal sebagai pekerja keras, impian Ji Ho untuk menjadi penulis terkenal tak kunjung terwujud. Bahkan kini ia harus berhadapan dengan masalah baru dalam hidupnya. Ji Suk meminta Ji Ho mencari tempat tinggal sendiri. Karena tak memiliki cukup uang untuk menyewa apartemen, Ji Ho pun terancam akan tinggal di jalanan. Beruntung, Nam Se Hee (Lee Min Ki) tengah membutuhkan teman sekamar karena ia juga sedang mengalami kesulitan finansial. Terbaru, meski telah memiliki pekerjaan mapan dan rumah sendiri, Se Hee memiliki sejumlah utang yang harus ia bayarkan. Kini, Ji Ho dan Se Hee memerlukan bantuan satu sama lain jika ingin kehidupan mereka tetap berjalan lancar.

Ulasan Singkat:

Drama tersebut memberikan sudut pandang tentang bagaimana kehidupan sebagai asisten penulis. Dibalik banyaknya konflik yang dialami oleh Ji-Ho semacam mendapatkan penekanan dari penulis aslinya, ia masih menggenggam apa yang menjadi mimpinya sebagai penulis. Meskipun konsen cerita yang diangkat ialah masalah tempat tinggal, tetapi hal ini berdampak besar dari segi kepenulisan Ji-Ho untuk memantapkan mimpinya dari sudut pandang bahwa dia bisa tinggal di rumah. Apasih. Saya rasa adanya dukungan dari lingkungan menjadi keuntungan bagi para penulis untuk menulis. Hal ini dibuktikan dari drama tersebut, Ji-Ho yang mempunyai mimpi menjadi penulis setidaknya bisa didukung oleh teman sekamarnya yang bersikap lempeng. Terbukti adegan yang paling merinding ialah ketika kedua tokoh tersebut akan menikah. Dalam adegan tersebut ada dialog antara ibu Ji-Ho yang memberikan wejangan kepada Se-hee, berikut kutipannya,

Ketika ia menangis, kau perlu ada disampingnya

Tolong jangan biarkan dia menyerah akan mimpinya.

Tolong jangan biarkan dia menangis sendirian. Meskipun kamu yang membuatnya menangis, tetaplah disampingnya saat dia menangis.

  • Ibu Ji-Ho (Kim Hyun Ja)

Apa sulit untuk berhenti menangis?

Kalau begitu, sebaiknya kita pergi bersama, kamu boleh menangis. Ayo pergi bersama. Aku akan berada disampingmu. Aku akan menemanimu.

  • Nam Se-hee

Begitulah Drama Korea.

Sebetulnya ada yang menarik dari proses kreatif Ji-Ho menulis di mana ketika dirinya sedang mengalami macet dalam menemukan ide atau yang bisa dikatakan kebuntuan menulis (Writter’s Block). Ia mulai mengerjakan kegiatan bersih-bersih dirumahnya, dan secara kebetulan ide pun datang ketika ia ngepel. Begitulah! Dari drama tersebut kita bisa mendapatkan apa yang positif daripada malas-malasan.

  • Be Melodramatic

Sinopsis:

Im Jin-Joo (Chun Woo-Hee), Lee Eun-Jung (Jeon Yeo-Bin) dan Hwang Han-Joo (Han Ji-Eun) adalah teman baik dan mereka semua berusia 30 tahun. Im Jin-Joo adalah penulis serial drama. Dia mengalami pasang surut emosional. Kepribadiannya agak unik. Meskipun dia adalah seorang penulis serial drama, dia mencoba untuk menulis naskahnya dengan gaya sastra. Dia juga mengobrol dengan tas mewah di etalase toko.

Lee Eun-Jung adalah sutradara dokumenter. Dia menikmati film dokumenter sejak dia masih kecil. Dia menjalankan perusahaan produksinya sendiri dan dia adalah satu-satunya anggota staf di perusahaan. Salah satu film dokumenternya menjadi hit yang tidak terduga.

Hwang Han-Joo adalah kepala tim pemasaran untuk sebuah perusahaan produksi serial drama. Dia adalah seorang ibu tunggal. Hwang Han-Joo berjuang untuk menyeimbangkan pekerjaannya dan membesarkan anaknya.

Ulasan Singkat:

Sebetulnya saya belum usai menonton drama tersebut, hehe. Cuma, mengapa ini bisa masuk ke dalam daftar ini, karena ada keterkaitan dengan rekomendasi sebelumnya. Dalam drama ini, tokoh Jin-Joo sama-sama menekuni dunia penulisan skenario drama. Bedanya dalam drama ini ada sedikit detail tentang Jin-Joo yang memilih gaya penulisannya dengan bentuk sastra. Bahkan ada yang sedikit unik dari keseharian dia yang tidak bisa dijelaskan oleh nalar, wkwk. Dari sinopsis saja bisa dilihat bahwa dia berbicara dengan sebuah tas mewah di etalase toko. Adakah sedikit penasaran?

  • It’s Okay Not To Be Okay

Sinopsis:

Sebuah cerita tentang seorang pria,  Moon Kang-Tae (Kim Soo-Hyun), yang bekerja di bangsal psikiatri dan seorang wanita, Ko Moon-Yeong (Seo Yea-Ji), dengan gangguan kepribadian antisosial yang merupakan penulis buku anak-anak yang populer. Tugas Moon Kang-Tae adalah mencatat kondisi pasien dan menghadapi situasi tak terduga, seperti jika pasien berkelahi atau melarikan diri. Dia hanya menghasilkan sekitar 1,8 juta won (~ $ 1.600 USD) sebulan.

Ulasan Singkat:

Drama tersebut sempat ramai dibicarakan dari segi penokohan, dan tentu saya akan menulis dari sisi penulis tokohnya saja bukan sebagai kajian, eh. Sastra anak setidaknya penting sebagai pembelajaran anak ketika masuk usia dini. Drama ini bisa mengantarkan sudut pandang dari latar belakang Moon-Young sebagai penulis yang bukunya banyak dikonsumsi. Bahkan, bukunya pun disukai oleh adik Kang-Tae yang menderita autisme sejak kecil. Dengan anarkonya Moon-Young dalam konsep kepenulisannya dan hidup sebagai anti sosial. Hal itu tidak menutup kemungkinan bahwa cerita yang ditulis olehnya mempunyai makna yang sama dengan masalah yang dideritanya. Betapa dalam bagaimana Moon-Young bisa memasuki dunia anak dengan memberikan simbol yang kelam, tenang. Semua makna cerita dalam bukunya sendiri secara gamblang ditonjolkan dalam cerita.

Sedikit, drama ini banyak sekali menyuguhkan isu dari mulai gangguan mental, kesehatan, lebih dari itu ini tentang psikologi-drama. Tadinya saya mau memberikan kutipan, tetapi astaga.. banyak sekali! Jadi silahkan ditonton, jika setidaknya minat.

  • Million Yen Woman

Sinopsis:

Shin Michima (Yojiro Noda) adalah seorang novelis yang tidak populer. Dia telah tinggal bersama 5 wanita misterius di rumah yang sama selama setengah tahun. Minami Shirakawa (Rila Fukushima) menyukai kopi. Hitomi Tsukamoto (Rena Matsui) menyukai teh hitam, yoga, dan membaca buku-buku bagus. Yuki Kobayashi (Miwako Wagatsuma) adalah wanita yang sopan dan menyukai teh hijau panggang. Midori Suzumura (Rena Takeda) adalah seorang siswa sekolah menengah dan menyukai jus acerola. Nanaka Seki (Yuko Araki) suka minum susu.

Kelima wanita ini membayar Shin satu juta yen setiap bulan untuk sewa dan biaya hidup. Mereka memiliki peran di rumah dan pertanyaan tentang wanita dilarang.

Ulasan Singkat:

Netflix masih gencar menjadi distributor film dan series dari Asia. Dorama ini termasuk kedalamnya. Sudah jelas dari sinopsis bahwa dorama ini bercerita tentang novelis. Alih-alih demikian, yang menarik dari dorama ini tentang tokoh utama yang mempunyai masalah kebuntuan dalam menulis kemudian dihadirkan 5 tokoh wanita tersebut sebagai referensi untuk menulis. Namun, konsen yang diangkat dari segi kepenulisan, berangkat dari tokoh utama yang novelnya tidak populer dibandingkan novel yang populer sebagai antagonis dari dorama tersebut. Twist bertebaran di mana-mana. Begini, jadi novel yang tokoh utama tulis lebih mengedepankan dari apa yang ingin ia tulis dan tidak menggantung dari konsumsi pembaca pada masa itu. Hal ini menjadi puncak bahwa tulisannya tidak populer.

Jika dilihat, genre drama tersebut merupakan misteri. Saya rasa ada juga drama korea tentang novelis misteri, contohnya It’s Okay, That’s Love (2014), tetapi segitu saja dulu.

Bersambung…

Terima kasih sudah membaca, jika ada kritik, saran atau tanggapan bisa disematkan di kolom komentar.. atau diskusi lebih lanjut bisa mengetuk Direct Message di Instagram @dqmedani.. Ko promosi.. Silakan juga jika ingin merespon tulisan ini untuk kemudian mengisi kolom Interupsi di Literat.

Atas itu, maaf jika ada salah-salah. Sekian.

Baca juga: 5 Buku yang Pas Dibaca untuk Mahasiswa Baru Sastra Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *