Top Pick

Penantian Perlu Sejalan dengan Persiapan

April 24, 2020

Waktu merupakan salah satu hal yang paling sering disalahkan. Entah dia datang terlambat, datang tidak tepat, pergi terlalu lama atau pergi terlalu cepat. Namun, waktu adalah sesuatu yang perlu dihadapi dengan atau tanpa persiapan sama sekali. Pada masa pandemik covid-19 ini, waktu semakin tidak bersahabat, karena ketidakpastian berakhirnya. Namun, dalam kehidupan beragama, kita mempunyai agenda yang pasti. Waktu-waktu yang telah ditetapkan atas ketetapan-Nya, salah satunya ialah waktu untuk berpuasa.

Bagi umat muslim, bulan Ramadan merupakan waktu yang dinanti-nantikan. Banyak yang merindukan suasana bulan istimewa ini. Saking rindunya, penyambutan Ramadan dipenuhi dengan agenda ngabuburit, bukber, dan salat tarawih di masjid. Biasanya, momen-momen tersebut akan menjadi ajang reuni dengan teman lama. Namun, kondisi semesta saat ini memang tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas-aktivitas tersebut. Tak perlu menyalahkan waktu dan situasi, setiap masalah pasti ada solusi. Untuk menyambut Ramadan tahun ini, hanya perlu persiapan yang sedikit berbeda dari biasanya. Berikut persiapan yang bisa dilakukan untuk menyambut Ramadan selama #dirumahaja.

1. Persiapan hati

Kawan literat pasti sudah menyaksikan iklan-iklan edisi Ramadan di televisi. Salah satu cuplikan yang paling saya ingat adalah “Kalau hati kuat, perut juga ikutan kuat”. Rupanya, ungkapan itu memang benar adanya. Segala sesuatu tergantung hati dan niatnya, begitupun untuk menyambut Ramadan. Sudah sungguh siapkah hati kita untuk bertemu dengannya?

Berdasarkan beberapa referensi, ditemukan cara yang dapat dilakukan untuk menjadikan hati siap berjumpa Ramadan, yaitu salat taubat, perbanyak zikir, mengaji dan sedekah, dan pelajari ilmu Ramadan.

2. Persiapan fisik

Kesehatan menjadi urgensi paling utama pada saat ini. Mengingat mewabahnya virus covid-19, perlu daya tahan tubuh ekstra untuk menyambut Ramadan. Kiat-kiat yang dapat dipersiapkan agar tubuh siap berpuasa di tengah pandemik ini, yaitu menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan, biasakan bangun pagi, biasakan makan pagi, biasakan berjemur pagi, makan makanan yang bergizi, konsumsi vitamin, istirahat yang cukup, rutin berolahraga.

3. Jaga emosi

Masa karantina yang tidak pasti kapan berakhirnya, menumbuhkan perasaan bosan. Melampiaskan rasa bosan pada hal yang tidak tepat akan menyembabkan ledakan-ledakan emosi. Mengingat akan memasuki bulan Ramadan, ada baiknya kita segera memaksa diri sendiri untuk lebih bersabar dengan situasi yang ada.

Dilansir dari muslim.or.id, Imam Ahmad meriwayatkan dari Yazid bin Abdullah bin Asy-Syikhkhir, dari Al-A’rabii berkata saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dan beliau menyebutkan hadis bahwa Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 صَوْمُ شَهْرِ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ يُذْهِبْنَ وَحَرَ الصَّدْرِ 

“Puasa bulan kesabaran dan puasa tiga hari di setiap bulan menghilangkan wahar.”

Demi mencapai keberkahan Ramadan melalui bersabar, maka kita perlu melatih emosi sejak sekarang.

Baca juga: 5 Film Waas yang Bisa Menemanimu Saat #dirumahaja.

4. Buat target ibadah

Ramadan merupakan bulan penuh rahmat, Allah SWT telah menjajikan akan banyak keberkahan yang hadir di bulan ini. Salah satu bentuk keberkahannya adalah penghapusan dosa seorang hamba. Seperti yang diriwayatkan oleh HR. Bukhari,

“Barang siapa yang berpuasa Ramadan karena keimanan dan mengharapkan pahala (dari Allah Subhanahu wa Ta’ala), niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Selain itu, Abu Hurairah Radhiyallahu anhu mengatakan bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Salat fardu, salat Jumat ke Jumat berikutnya, dan Ramadan ke Ramadaan berikutnya, menghapuskan dosa-dosa yang dilakukan di antara masa tersebut seandainya dosa-dosa besar dijauhkannya.” (HR. Muslim).

Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Apabila Ramadan datang, maka pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu Neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu.” (HR.Bukhari).

Mencapai keberkahan saat Ramadan sebagai mana yang disebutkan berbagai hadis tersebut, maka literat menyarakan membuat target ibadah untuk bulan yang istimewa ini. Target ibadah dapat berupa jurnal Ramadan yang berisi daftar kebaikan apa saja yang perlu dilakukan setiap harinya selama satu bulan penuh. Saat ini, sudah banyak akun muslim di media sosial yang membuat Jurnal Ramadan. Kabar baiknya, mereka membagikannya secara cuma-cuma.

5. Buat Menu makan sahur dan buka puasa

Pandemi covid-19 menjadikan kita terbatas untuk mengeksplor kuliner khas Ramadan. Walaupun begitu, kita masih bisa kok menyantap makanan khas bulan istimewa ini. Caranya dengan memasak sendiri di rumah.

Sebelum Ramadan tiba, kawan literat dapat membuat daftar menu apa saja yang ingin disantap untuk sahur dan buka puasa. Mengingat masa karantina ini tidak memungkinkan untuk berbelanja setiap hari, maka daftar menu akan mempermudah untuk memperkirakan bahan apa saja yang perlu dibeli. Jangan lupa untuk tetap membeli bahan makanan sesuai kebutuhan, ya! Selain itu, mempersiapkan daftar menu juga dapat membantu dalam mengatur keuangan, sebab budget untuk makan setiap harinya sudah diperhitungkan.

6. Tetap menjaga silaturahim

Ramadan bukan hanya sebagai sarana meningkatkan ibadah secara vertikal, tetapi juga ibadah secara horizontal. Momen tarawih atau buka bersama sebagai ajang silaturahim saat Ramadan, kemungkinan sulit dilakukan pada masa pandemi ini. Namun, modernitas yang ada telah mendukung untuk tetap menjalin silaturahim melalui teknologi.

Jika belum memungkinkan untuk saling bergenggam, media sosial dapat membantu untuk saling bertatap. Jika saling melihat dan bercengkrama secara virtual kurang menguatkan pertalian yang ada, maka temui melalui doa.

Literat telah membagikan enam tips persiapan menyambut Ramadan selama pandemi covid-19. Selamat mencoba! Selamat menyambut Ramadan dengan suka cita!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *