Top Pick

Top Pick: 6 Lagu sebagai Poetic Performance Art

Januari 15, 2020

Decky Ibrahim Medani

“I chose to believe every word I was fed.”
Hotel Books – Nothing Was the Same

Salam. Kutipan di atas diambil dari lirik lagu yang sering saya dengarkan ketika mencari kekuatan untuk menepis semua kekacauan semesta. Tentu tidak mencari lagu sedih untuk membuat hati bikin sedih, saya rasa sebaliknya: berpejam dan mendengar setiap kata yang diucapkan untuk menjadi cerminan dari serpihan luka agar kerap dibersihkan. Akhirnya membabi buta agar mengoreksi setiap keputus-asaan melihat dunia yang berlari untuk berjalan pelan di tepi.

Laksana pembelajaran.

Mari tengok lini masa saat ini sudah tentunya people-people senang membuat playlist lagu yang kiranya asyik untuk dibagikan di layanan musik digital. Jika dilihat dalam judul yang diberikan, sungguh tentang sendu dan duka dan senja dan luka dan kopi dan tiga pagi dan indie dan folk dan terakhir koplo, saya tidak perlu memberikan contoh seperti The Best of Sad Songs or Mellow Folk/Indie/KOPLO.

Ah! Sudahi saja. Silakan mendengar dan semoga berkenan menjadi pribadi yang kuat menghadapi segala hati yang patah atau asmara yang tak mesra. Kiranya ini merupakan list lagu yang berbentuk puisi dengan genre bermacam-macam, misalnya emo, melodic, post-hardcore, experimental, alternative, avant-garde, dsb.. Mungkin dari angel atau sudut pandang pendengar seperti rap/hip-hop ketika mendengar setiap kata diucapkan dengan cepat, tetapi sebetulnya lirik tersebut merupakan puisi yang ditulis oleh masing-masing penyanyi untuk dibuat lagu.

Sebetulnya, saya sendiri juga kepengin menulis latar belakang bagaimana mengenal lagu-lagu yang akan saya rekomendasikan atau tentang genre spoken words in music.

Oke! Silakan mendengar, semoga berkenan. BERJUANG!

1. Flatsound – Be Yourself

Track Info
Rilis: 1 Januari 2011
Album: A Lost Parcel (2011)
Track 07 – 1:01

And don’t beat yourself up in the pursuit of self-happiness
‘Cause half the battle’s asking passionately just what “happy” is

Dan jangan menyalahkan diri sendiri untuk mengejar kebahagiaan diri
Karena setengah pertempuran bertanya dengan penuh semangat apa “bahagia” itu

2. Merchant Ships – Sleep Patterns

Track Info
Rilis: 2010
Album: For Cameron (2010)
Track 04 – 3:18

On and on we run away
From the things we are afraid of

Kami terus melarikan diri
Dari hal-hal yang kita takuti

3. La Dispute – Nine

Track Info
Rilis: 15 Desember 2009
Album: Here, Hear. III (2009)
Track 01 – 3:40

I hope they write your names beside mine on my gravestone when I’m dead
And when we’re dead let our voices carry on
To find a better song

Saya harap mereka menulis nama Anda di samping saya di batu nisan saya ketika saya mati
Dan ketika kita mati biarkan suara kita melanjutkan
Untuk menemukan lagu yang lebih baik

4. Levi The Poet – Resentment

Track Info
Rilis: 6 November 2012
Single
Track 01 – 5:56

but as for me: for every time I give my testimony to a crowd,
I’ll lie awake at night and wonder
about whether or not I’ve told the truth.

tetapi untuk saya: untuk setiap kali saya memberikan kesaksian kepada orang banyak,
Saya akan bangun di malam hari dan bertanya-tanya
tentang apakah saya sudah mengatakan yang sebenarnya atau tidak

5. September Stories – Mess

Track Info
Rilis: 13 Januari 2017
Album: This House Was Never Home (2017)
Track 04 – 3.51

But it’s gone far enough that the nights spent fighting are now the times that you miss
‘Cause you don’t know this mess that you made

Tapi sudah cukup jauh sehingga malam-malam yang dihabiskan untuk bertempur adalah saat-saat yang Anda lewatkan
Karena kamu tidak tahu kekacauan yang kamu buat

6. Deadpoets. – If Our History is Not as Whole, There’s a Hole in His Story

Track Info
Rilis: 15 Mei 2014
Album: Paper Crane (2014)
Track 07 – 3.51

But believing in ourselves is where our journey begins, finding ourselves is finding the right direction to take those first steps in, finding someone else is to find yourself in the perfect position, and the only heaven worth dying for is the heaven we all live in

Tapi percaya pada diri kita sendiri adalah awal dari perjalanan kita, menemukan diri kita adalah menemukan arah yang tepat untuk mengambil langkah pertama itu, menemukan orang lain adalah menemukan diri kita dalam posisi yang sempurna, dan satu-satunya surga yang layak mati adalah surga yang kita semua tinggali

Catatan:
Kiranya saya tidak menuliskan lagu tersebut bercerita tentang apa, mendeskripsikan apa atau menandakan apa. Hanya rasa ini bukan sinopsis, tentu ada alasan mengapa hanya menampilan penggalan liriknya saja: agar beda. Jika ingin mengetahui lagu tersebut secara lebih lanjut, Anda bisa menyimpulkan sendiri untuk menyelami kondisi/situasi yang sedang Anda rasakan. Kembali lagi jika melihat penggalan lagu-lagu tersebut bisa ditinjau adanya kausalitas secara berurutan.

BONUS!!
Coba dengarkan lagu Hotel Books – Nicole jika ingin mengetahui landasan mengapa saya menulis tulisan ini.

Aku tulis juga penggalan liriknya deh di sini:

Everyone wanted me to see that we could no thrive, so gouge out my eyes.
Because if this is reality then I guess I’m not alive
Because I don’t know a life in where I can’t make things right.

Semua orang ingin saya melihat bahwa kami tidak dapat berkembang, jadi cungkil mataku.
Karena jika ini kenyataan maka kurasa aku tidak hidup
Karena saya tidak tahu kehidupan di mana saya tidak bisa memperbaikinya.

WAAS!

Only registered users can comment.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *