Kabar Literat

MOKAKU HARI KETIGA: PENGENALAN FAKULTAS, PENCERDASAN DINI, DAN PENUTUPAN.

September 4, 2020

Rabu (3/9/2020), menjadi hari terakhir pelaksanaan MOKAKU UPI 2020 yang berlangsung secara daring. MOKAKU merupakan acara tahunan yang telah berlangsung secara turun-temurun guna menyambut mahasiswa baru Universitas Pendidikan Indonesia. Tidak seperti dua hari sebelumnya yang dilaksanakan secara bersama-sama dengan fakultas dan kamda lain, acara hari ini lebih didominasi dengan pembicaraan mengenai fakultas dan program studi atau departemen masing-masing.

Sejak pagi sekali, tepatnya pukul tujuh, para mahasiswa baru sudah dengan antusias mengikuti kegiatan melalui Zoom dari tempat mereka masing-masing. Dimulai dengan pematerian tingkat fakultas, ormawa fakultas, informasi dari departemen atau prodi, sampai dengan himpunan per-prodi atau departemen dikupas secara tuntas.

“Waktu perkenalan fakultas, akhirnya aku bisa benar-benar suka sama jurusan yang aku pilih. Karena MOKAKU, aku bisa benar-benar cinta UPI. Di hari terakhir MOKAKU, aku sakit. Ketika melihat streaming MOKAKU di Instagram, aku bisa ikut merasakan kesenangannya, walaupun aku tidak ada di sana. Apalagi, waktu melihat video yang mengangkat kertas spotlight. Memorable banget bagi aku selaku maru.” ujar Marsita Amalia Apriliani, salah satu mahasiswa baru Depdiksatrasia.

Tak lupa, hari terakhir MOKAKU merupakan hari terakhir pengumpulan tugas membuat infografis tentang “Demokrasi Kampus: Gerbang Awal Solusi dari Masalah di UPI”. Tugas pembuatan infografis ini diberikan sebagai pencerdasan dini kepada mahasiswa baru bahwasanya permasalahan di kampus akan terselesaikan dengan tidak menyempitkan ruang demokrasi. Dalam tugas tersebut, mahasiswa baru diajak untuk lebih perhatian terhadap isu-isu kampus, seperti UKT hingga pelecehan seksual.

Salah satu mahasiswa baru, Afif Radana, memberikan pendapatnya terkait pemberian tugas tersebut. Menurutnya, pemberian tugas mengenai permasalahan di kampus dapat menambah wawasan dan memotivasi dirinya agar lebih kritis dan bijak terkait masalah-masalah yang ada di kampus maupun luar kampus.

Sore hari tiba, acara ditutup dengan laporan dari ketua pelaksana MOKAKU UPI 2020 dan dilanjut dengan penampilan spesial, yaitu bernyanyi dengan bahasa isyarat. Dengan ditutupnya MOKAKU ini, maru diharapkan dapat mengenal lebih dekat mengenai kampus dan isu-isu yang ada di dalamnya, juga dapat selangkah lebih siap untuk menjadi mahasiswa seutuhnya.

Baca juga: MOKAKU Hari Kedua: dari Bela Negara hingga Unit Kegiatan Mahasiswa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *