Rubrik Sastra

Belukar Tanya

Sebuah puisi dari Cantika Hana & Desti Pratiwi Belukar Tanya Barangkali manusia adalah jelmaan dari sekumpulan pertanyaanTerkadang jawaban dapat mengekalkanKetidaktahuan menenggelamkan dalam resah Pertanyaan terbesar memenuhi kepalakuPada mata ia memicingPada telinga ia berdengingPada mulut ia keluPada rambut ia merontokkan ketenanganyang diam-diam berubah gusar Pertama: terlambatkah untuk merawat hatiku yang batu?perlu berapa banyak tetes kasih untuk […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

Hari Kemenangan Sira

Sebetulnya tempat paling benar bagi pendosa itu di mana?Tempat teraman bagi seorang korban di bagian mana?Nyatanya kami hidup berdampingan di tempat yang sama.Ah, mungkin aku adalah jenis keduanya. Aku adalah korban sekaligus pendosa.Lebih serakah. Jelas Aku pemenangnya. *** Ia membuka mata. Terbangun oleh suara azan magrib yang terdengar dari kejauhan. Itu berarti siang telah usai. […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

Panca In-dera

Panca In-dera Para penghibur yang pura-pura berbahagia, dimohon berdiri untuk membacakan naskah prok-keprok panca indera. Ikuti setelah saya. …Panca Indera Satu, sepasang mata digunakan menahan duka Dua, bibir merona dengan lipstick membara Tiga, sepasang telinga serta anting menggoda Empat, kulit putih dan jemari memainkan rambut sedada Lima, hidung prima siap mendeteksi dompet tebal dari pria […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

Independen

Independen Aku tak boleh berharap pada siapapunYa sayang, kamu benar.termasuk pada angin yang menyapu debudepan rumah tak berpenghuniatau rintik hujan membasahihamparan jabang nasi?Ya sayang, begitu juga dengan itu.dan duri yang menancap hingga ke relung hatilantas merembas mengairi pipijatuh ke dasar kerongkongansebelum surya sempurna membenamkan diriKamulah raja atas dirimu sendiri.

Continue Reading...

Rubrik Sastra

sajak-sajak daun gugur

sajak-sajak daun gugur /1/hanya sajak di Pagi hari ini menu yang bisa aku hidangkan untukmudengan secangkir doa-doakarena memang kusadari tubuhku tak mampu menghangatkan,jangankan itu, jemari pun tak pernah berucaptapi coba kau lihat saat kuberikan mentari di pagi ini,apa yang kau rasa?kebekuanmu telah lumer karena hangatnya bukan?itulah cintaku sayang,seperti pohon,seperti secangkir kopidan kadang seperti air yang […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

HUJAN

HUJAN k          d          a          i           d          d e          a          k          s           a          a p          n          u          y          r           n a                                  r           i           d          l           l           a                      t a          a          a          t           m         u             u          m                     a          b l           t           b          a          t           u a                      a          w         a          h n          b          n          a                      g          e          […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

Matahari Terbenam

-di 6° 51′ 48″ S, 107° 35′ 40″ E berdiri di depanku setengah lebih dekat dari lepasnya tawa kiranya mampu memberi jingga pada bentang kebiruan di jiwa berdiri di depanku membias hitam memenuhi pandangan menyekat celah dengan keberadaan semestinya tenggelam sejak dulu memohon menatapnya balik di langit kepalaku tetap menengadah tanganku terulur dan tak meraih […]

Continue Reading...

Rubrik Sastra

Hati, Kau Kubuang Saja

    AKU menutup telinga. Memejamkan mataku erat. Bukannya takut. Aku hanya merasa bosan mendengar teriakan dan suara benda jatuh. Percayalah itu adalah makanan sehari-hariku sepanjang aku mampu belajar mengingat.     “Kamu tidak becus mengurus anak!” disusul suara pecahan kaca. Ah, pasti kaca lemari ruang tengah bolong lagi satu. Padahal itu lemari paling bagus di rumah ini. […]

Continue Reading...