Interupsi

Semoga, tidak lagi sekadar harapan, ya!

Oktober 9, 2021

Tidak terasa sudah satu bulan kami menjadi mahasiswa baru UPI. Sebenarnya, yang ada di bayangan saya, tahun ini kuliah bisa dilaksanakan normal seperti dulu. Tapi nyatanya pandemi masih berada di tengah-tengah kami. Perkuliahan masih dilaksanakan secara daring.

Tentunya ada rasa bosan, jenuh, capek, dan pegal, karena seharian duduk di depan layar. Banyak keluhan yang saya dengar dari kawan-kawan, mulai dari kuota yang terbatas, device yang kurang memadai, rasa kantuk yang sering melanda, sinyal yang kurang stabil, dan masih banyak lagi. Tentunya itu sangat memengaruhi masa-masa pembelajaran kami, sehingga terasa kurang efektif. Walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa belajar daring ini juga ada sisi positifnya. Meski begitu tetap saja ada rasa bosan yang melanda. Heran deh, kenapa Covid-19 betah sekali di sini?! Hmm, tetapi kembali lagi pada realita yang ada, mau tidak mau ini semua harus tetap dijalani.

Selama perkuliahan daring ini, selain kegiatan pembelajaran, ada juga kegiatan-kegiatan lain yang saya ikuti, seperti kegiatan yang diadakan oleh kakak-kakak tingkat kami. Walaupun secara daring, acara-acara tersebut tidak kalah seru dan tidak kalah menarik, kok. Minusnya hanya kami tidak bisa bersosialisasi secara langsung dengan kawan-kawan baru.

Contohnya adalah acara Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum atau yang biasa disebut dengan MOKAKU. Ada pula acara Inaugurasi yang setiap tahunnya dilaksanakan agar kami, para mahasiswa baru, lebih bisa mengenal dan mengapresiasi karya-karya sastra yang telah ada. Selain itu, juga meningkatkan kreativitas kami khususnya sebagai mahasiswa/i prodi Bahasa dan Sastra Indonesia.

Tidak bisa dipungkiri pasti kami mengharapkan agar bisa segera bertemu dengan kampus UPI tercinta. Dengan harap-harap bisa nongkrong di partere atau sekedar menghirup udara kampus semoga pembelajaran luring bisa segera terlaksana. Minimal dilaksanakan secara blended, sehingga mampu merealisasikan pembelajaran yang aman dan efisien. Selain itu, agar kita bisa berinteraksi secara langsung tanpa harus memikirkan jarak.

Semoga, tidak lagi sekadar harapan, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *