Tiga dimensi ruang: liang kubur, liang rahim, dan liang ingatan; melebur menjadi satu dalam pementasan teater “Liang”. Melalui pergelaran ini, sutradara mengangkat tema yang sarat akan trauma politik, politik ingatan,…
“Cahaya di hati kami, adalah harapan, adalah rasa cinta kepada sesama dan keberanian melawan kemustahilan” Cerita tidak selalu tumbuh dari kebahagiaan. Ada banyak kisah yang diam-diam menyimpan luka, dendam, dan…
“Kerennya naskah ini, bagiku setiap kali aku baca ulang sampai selesai, aku selalu menemukan hal-hal yang baru. Ada pengetahuan baru dan menemukan kesimpulan yang lain,” ungkap Josep Razaqi, sutradara pementasan…
Rapat pertama K-Satrasia dilaksanakan pada Minggu, 28 Desember, bertempat di Skyscape Cafe. K-Satrasia merupakan perkumpulan keluarga Satrasia dari berbagai angkatan, baik itu alumni ataupun mahasiswa aktif. Pertemuan ini dihadiri oleh…
Kabar duka itu akhirnya tiba juga. Pekan lalu, seorang kawan mengabarkan Hima Satrasia dinyatakan bubar dan akan menjadi dua entitas baru. Bagi saya, dan juga kawan-kawan lain yang pernah menghabiskan…
Dinamika organisasi mahasiswa yang kurang dinamis seringkali memunculkan peluang bagi pihak eksternal untuk mengambil alih kendali organisasi. Hal ini dapat terjadi karena adanya kesenjangan dalam komunikasi dan koordinasi antaranggota, sehingga…
Press Release Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (Hima Satrasia) FPBS UPI telah dibubarkan berdasarkan pada hasil Musyawarah Mahasiswa (Muma) Senin (22/12/2025). Pembubaran ini dilandasi oleh persoalan internal dan eksternal…
Siang itu, selepas rangkaian kegiatan yang menguji kesabaran akhirnya selesai. Selepas beberapa teman saya “yang baik” mendapatkan gelar baiknya. Selepas kita bertukar name tag, seolah sedang saling menunjukkan siapa yang…
Dibentuk Tahun 1963 dan Diakhiri Tahun 2025 Keputusan pemisahan Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia (Hima Satrasia) FPBS UPI akhirnya diambil dalam Musyawarah Mahasiswa (MUMA) pada 22 Desember 2025. Kepastian ini terjadi…
Pendahuluan Lima hari empat malam kami menginjakkan kaki di Desa Pangauban. Perjalanan menuju desa ini tidaklah mulus: jalanan berlubang, suasana sepi, dan hawa dingin yang menembus tebalnya selimut menjadi teman…








