Tiga dimensi ruang: liang kubur, liang rahim, dan liang ingatan; melebur menjadi satu dalam pementasan teater “Liang”. Melalui pergelaran ini, sutradara mengangkat tema yang sarat akan trauma politik, politik ingatan,…
“Cahaya di hati kami, adalah harapan, adalah rasa cinta kepada sesama dan keberanian melawan kemustahilan” Cerita tidak selalu tumbuh dari kebahagiaan. Ada banyak kisah yang diam-diam menyimpan luka, dendam, dan…
“Kerennya naskah ini, bagiku setiap kali aku baca ulang sampai selesai, aku selalu menemukan hal-hal yang baru. Ada pengetahuan baru dan menemukan kesimpulan yang lain,” ungkap Josep Razaqi, sutradara pementasan…
Tepuk tangan menggema saat nama-nama pemenang diumumkan dalam Senja Anugrah Gebyar Bahasa dan Sastra Indonesia (GBSI) 2025. Acara yang digelar pada (31/10/25) di Gedung Amphiteater UPI ini menjadi momen puncak…
Di tengah derasnya arus budaya digital yang menggeser budaya membaca, Pesta Buku Isola 2025 kembali digelar di Gedung Amphiteater, Universitas Pendidikan Indonesia (28/10/2025). Dengan menekankan semangat kolaborasi antar-komunitas literasi, acara…
Pada hari Minggu, 5 Oktober 2025, Subbidang Pengaderan Hima Satrasia FPBS UPI kembali mengadakan kegiatan Sinaugurasi untuk mahasiswa baru Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pendidikan Bahasa dan Sastra…
Selasa, 26 Agustus, dalam acara Masa Orientasi Kampus dan Fakultas (Mokafak) Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang sejatinya menjadi ruang ekspresi mahasiswa justru tercoreng dengan…
Mungkin orang-orang pernah menyangka, kota adalah tempat para migrasi memungut rupiah. Semakin terkenal kota itu, orang semakin mengira-ngira lembaran uang bergelimang di atas bangunan-bangunan pabrik atau perusahaan yang menjulang ke…
Sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), terus berupaya membangun lingkungan kampus yang inklusif. Inklusif dalam artian bahwa setiap mahasiswa, termasuk penyandang difabel memiliki akses…
Tidak semua kehilangan datang dengan dentang yang terdengar. Ada yang datang perlahan lalu lenyap begitu cepat. Laksana embun yang lekas hilang sebelum sempat disadari. Layaknya kilat yang lekas hilang disambar…








