Kejar Target Renstra 2026–2030, Mutu Pendidikan dan Infrastruktur UPI Jadi Prioritas

Bandung – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menetapkan peningkatan mutu pendidikan dan pembangunan infrastruktur kampus modern sebagai prioritas utama dalam Rencana Strategis (Renstra) 2026–2030. Arah pengembangan tersebut disampaikan Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi, dalam Sidang Pleno Terbuka Majelis Wali Amanat (MWA), Rabu (15/7), melalui Pidato Tahunan dan Laporan Kinerja Rektor Tahun 2025.  

Melalui pemaparannya, Rektor UPI menjelaskan target kinerja yang akan menjadi arah pengembangan UPI selama lima tahun ke depan. Renstra 2026–2030 disusun berdasarkan evaluasi terhadap capaian periode sebelumnya, termasuk implementasi pembelajaran case method dan team-based project. Kedua program tersebut telah memenuhi target Kemdiktisaintek, tetapi belum mencapai target internal yang ditetapkan universitas. 

Renstra UPI 2026-2030 Fokuskan Mutu Pendidikan 

Peningkatan mutu pendidikan tetap menjadi fokus utama dalam Renstra 2026–2030. Melalui sektor ini, UPI menargetkan penguatan sistem pembelajaran yang berkelanjutan, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. 

UPI juga berupaya memperluas pengalaman belajar mahasiswa melalui berbagai kegiatan akademik dan nonakademik. Program tersebut mencakup mobilitas mahasiswa, magang mandiri, praktik kependidikan, penelitian, kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, hingga kompetisi. 

Selain memperluas pengalaman belajar, UPI akan memperkuat pembelajaran transformatif melalui pendekatan yang lebih aktif dan kolaboratif. Penguatan ini didukung pemanfaatan teknologi pembelajaran, peningkatan kapasitas tenaga pengajar, serta perluasan koneksi dengan dunia kerja. 

Hasil evaluasi Renstra 2021–2025 menunjukkan implementasi case method dan team-based project masih perlu ditingkatkan. Karena itu, kedua pendekatan tersebut kembali menjadi perhatian dalam Renstra terbaru. UPI juga menargetkan optimalisasi SPOT, perluasan sertifikasi kompetensi, penguatan layanan karier, serta peningkatan kemitraan dengan industri. Langkah tersebut diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Anggaran Penelitian dan Pengabdian Meningkat

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan, UPI menaikkan anggaran pada sektor penelitian, pengabdian, inovasi, dan hilirisasi sebesar 46,25 persen. 

Anggaran sektor tersebut meningkat dari Rp91,78 miliar pada 2025 menjadi Rp134,23 miliar pada 2026. Kenaikan ini diarahkan untuk memperkuat kelompok riset, meningkatkan kolaborasi penelitian, mendorong publikasi bereputasi, memperluas pendanaan eksternal, serta mendukung hilirisasi hasil riset melalui Science Technopark. 

Peningkatan anggaran juga diikuti perubahan prioritas program. Dana yang tersedia akan difokuskan pada sejumlah program unggulan, seperti Bogat 501, Bionutrien, Raflesia, Migrant Center, Listrik Rakyat (LIRA), UPI Business Center, Vokasi Garuda UPI, dan Gema Jabar. 

Program-program tersebut dipilih sebagai bagian dari strategi penguatan inovasi, pengabdian yang berdampak, serta hilirisasi hasil penelitian bagi masyarakat.

Baca juga: Langit Terakhir Ibu: Memutar Kembali Kenangan dalam Bingkai Kehilangan

Pembangunan Infrastruktur Jadi Target Renstra UPI 2026-2030

UPI tidak hanya menargetkan peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan riset dan pengabdian. Universitas juga menaruh perhatian pada pembangunan infrastruktur yang mendukung proses pembelajaran.

Dalam beberapa tahun terakhir, UPI terus mengembangkan berbagai fasilitas kampus. Salah satunya melalui pembangunan smart classroom yang dirancang untuk mendukung pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan berbasis teknologi digital. 

Selain itu, UPI mengembangkan laboratorium berbasis teknologi untuk menunjang kegiatan akademik dan penelitian mahasiswa. Kampus juga berupaya memperluas fasilitas ramah disabilitas sebagai bagian dari komitmen mewujudkan lingkungan belajar yang lebih inklusif. 

Pengembangan infrastruktur turut diarahkan pada efisiensi energi dan pengelolaan air. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun kampus hijau yang lebih nyaman bagi sivitas akademika. 

Di tengah berbagai proyek pembangunan tersebut, terdapat satu proyek yang hingga kini belum menunjukkan perkembangan lanjutan, yakni UPI Convention Center. Gedung yang berada di dekat Museum Pendidikan Nasional itu mulai dibangun pada akhir 2024. Namun, hingga pertengahan 2026, pengerjaannya belum kembali dilanjutkan. 

Selain peningkatan mutu pendidikan, penguatan riset, dan pembangunan infrastruktur, UPI juga menetapkan dua target strategis lainnya dalam Renstra 2026–2030. Keduanya mencakup penguatan tata kelola universitas yang berlandaskan transparansi, akuntabilitas, dan meritokrasi, serta peningkatan kemandirian keuangan melalui diversifikasi sumber pendanaan, optimalisasi aset, dan kolaborasi strategis. 

Penulis: Dicky Satria Pratama

Editor: Anatasya Solin Indah Duniandana

Baca juga: Dialog Lintas Seni dalam Ruang Kesepian: Review Antologi Puisi “Playlist Sebelum Mati” Karya Muhammad Rifan Prianto