Ke pasar baru beli kacamata,
untuk melihat bintang di angkasa.
Selamat untuk Guru Besar kita,
Prof. Wawan dan Prof. Andoyo tercinta.
Sorak sorai dan yel-yel menggema di lingkungan UPI Bumi Siliwangi pada Jumat pagi, 7 Mei 2026. Sejak pukul 07.00 WIB, suasana di depan Gedung Ahmad Sanusi atau Balai Pertemuan Universitas Pendidikan Indonesia (BPU) telah dipenuhi oleh mahasiswa dan dosen dari berbagai fakultas, khususnya Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) UPI yang bersiap menyambut prosesi pengukuhan guru besar.

Hari itu, perhatian FPBS tertuju pada dua sosok akademisi yang resmi dikukuhkan sebagai guru besar, yakni Prof. Dr. Andoyo Sastromiharjo, M.Pd. dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta Prof. Wawan Gunawan, M.Ed., Ph.D. dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang juga menjabat sebagai Dekan FPBS UPI.
Berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari oleh mahasiswa dan dosen dari kedua program studi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menampilkan musikalisasi puisi dari karya Prof. Andoyo yang berjudul Ada Daun yang Gugur. Sementara itu, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris menyiapkan video ucapan selamat yang berisi dokumentasi perjalanan, kenangan, dan momen-momen mengundang tawa sekaligus rasa haru.

Penampilan tersebut ditampilkan dan ditayangkan di lobi FPBS setelah prosesi penyambutan berlangsung. Namun, momen paling meriah justru terjadi saat Prof. Wawan dan Prof. Andoyo keluar dari Gedung Ahmad Sanusi. Tepuk tangan, teriakan, dan yel-yel langsung menggema memenuhi area kampus.

“Prof. Wawan siapa yang punya?
Prof. Wawan siapa yang punya?
Prof. Wawan siapa yang punya?
Yang punya FPBS!
Prof. Andoyo siapa yang punya?
Prof. Andoyo siapa yang punya?
Prof. Andoyo siapa yang punya?
Yang punya FPBS!”
Sepanjang jalan dari gedung Ahmad Sanusi menuju gedung FPBS, mahasiswa mengiringi kedua guru besar dengan penuh semangat. Suasana hangat terasa begitu akrab, seolah bukan hanya sebuah seremoni akademik, melainkan juga perayaan kebanggaan bersama.
Di tengah riuhnya arak-arakan, kebersamaan antarmahasiswa menjadi warna tersendiri. Ifti, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2025 yang turut tampil dalam musikalisasi puisi, mengaku bahagia bisa menjadi bagian dari momen tersebut.
“Aku bahagia sekali bisa menjadi bagian dari acara ini. Walau harus lari-larian, yel-yel, dan menanjak Bukit Bumi Siliwangi di pagi hari, tetap terasa menyenangkan karena dijalani bareng teman-teman,” ujarnya.
Ia juga mengaku senang karena mendapat apresiasi dari para dosen serta dukungan dari rekan-rekan yang terlibat dalam persiapan acara.
Pengukuhan guru besar itu menghadirkan ruang kebersamaan yang hangat di lingkungan FPBS UPI. Di balik toga dan prosesi resmi, ada langkah-langkah kecil mahasiswa yang berlari sambil bersorak, ada suara yel-yel yang menggema di pagi hari, dan ada rasa bangga yang tumbuh karena menjadi bagian dari keluarga besar FPBS.
Penulis: Azila Fitria Ramadhani
Editor: Aliyah Iffa Azahra
Baca juga: Pisahnya Satrasia Melahirkan Dikbatrasia: Mengenal Lebih Dekat Hima Dikbatrasia




