Kabar Literat

MAHASISWA UPI MERANA, KEBIJAKAN BERPIHAK KE MANA?

Agustus 23, 2021

Minggu (22/08/2021), platform Twitter diramaikan dengan tagar #AkuMeranaMasukUPI. Hal ini didasari oleh mahasiswa baru yang kesulitan membayar Uang Pangkal di kondisi pandemi Covid-19. Besaran  Uang Pangkal tahun ini sekitar Rp18-39 juta. Selain biaya Uang Pangkal yang tinggi, mahasiswa baru juga mengeluhkan tenggat waktu pembayaran yang dianggap hanya sebentar, yaitu mulai 15 – 23 Agustus 2021. Artinya, pembayaran sudah mulai dilakukan hanya dua hari setelah penerimaan mahasiswa baru Seleksi Mandiri.

Hal tersebut menimbulkan banyak keluhan di kalangan mahasiswa, karena kebijakan uang pangkal yang ditetapkan oleh UPI dianggap tidak sesuai dengan regulasi yang ada. Menurut Permendikbud No. 25 Tahun 2020 Pasal 10 Ayat 2 – 4, penetapan Uang Pangkal harus melihat kondisi ekonomi mahasiswa dan menggunakan prinsip yang berlaku.

Menyikapi hal tersebut, mahasiswa UPI, melalui Isola Menggugat, menuntut pihak kampus menyelesaikan permasalahan UKT dan Uang Pangkal. Isola Menggugat juga mengajak seluruh advokat di UPI untuk ikut serta mengawal aksi ini sebagai keresahan bersama para mahasiswa.

Tuntutan itu dilakukan dengan cara menggaungkan tagar #AkuMeranaMasukUPI di platform Twitter sebagai bentuk protes mahasiswa pada kebijakan kampus UPI. Kini, tagar #AkuMeranaMasukUPI menjadi trending di Twitter dengan 1.597 tweet dan terus bertambah. Selain tagar #AkuMeranaMasukUPI, terdapat juga tagar #ProyekJalanUKTNoDebat yang menyoroti proyek-proyek pembangunan kampus yang kian gencar pembangunannya dan menghiraukan permasalahan yang ada, seperti permasalahan UKT dan Uang Pangkal ini.

Menurut @satori923 dalam cuitannya, “Susah payah masuk negri biar biayanya murah eh malah lebih berat. Fungsi form penghasilan orang tua waktu pendaftaran buat apa ya? Kok gk dipertimbangkan? #AkuMeranaMasukUPI #ProyekJalanUKTNoDebat.”

Sejauh ini belum ada keterangan dari pihak kampus mengenai aksi protes yang dilakukan oleh mahasiswa. Belum ada kepastian pula dari mahasiswa sampai kapan aksi protes ini akan berlangsung. Para mahasiswa berharap kampus UPI dapat memotong biaya Uang Pangkal mahasiswa Seleksi Mandiri, memperpanjang waktu pembayaran, dan Pembayaran Uang Pangkal bisa dilakukan secara berangsur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *