Bank Tugas Satrasia

Filologi di Masa Kini

Di era yang serba canggih ini, masih perlukah kita mengkaji naskah-naskah dari masa lampau? Pertanyaan itu mungkin banyak terpikirkan oleh masyarakat awam yang tidak menyadari pentingnya mempelajari masa lampau. Bung Karno pernah berkata bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak lupa terhadap sejarah. Untuk mempelajari kebenaran  yang ada di masa lampau maka perlu bukti […]

Continue Reading...

Bank Tugas Satrasia

Menilik Pesan di Balik Drama Satu Babak: Awal dan Mira

Drama adalah sebuah karya sastra atau sebuah komposisi yang menggambarkan kehidupan dan aktivitas manusia dengan segala penampilan, berbagai tindakan, dan dialog antara sekelompok tokoh di dalamnya (Reaske, 1966). Pernyataan tersebut sesuai dengan naskah drama ‘Awal dan Mira’ karya Utuy Tatang Sontani yang menggambarkan liku-liku kehidupan pada tahun 1950-an. Di mana saat itu terjadi banyak polemik […]

Continue Reading...

Bank Tugas Satrasia

SURGA PEMBANGKANG

Sastra dalam garis besar berarti bahasa yang indah, gaya penyajian nya menarik, sehingga berkesan di hati pembacanya. Banyak contohnya dalam sastra Indonesia. Diantaranya adalah puisi, syair, pantun, cerpen, novel, dan sebagainya. Sastra di Indonesia juga tentu memiliki fungsinya masing-masing dalam kehidupan. Sehingga, karya sastra yang dibuat oleh sastrawan pasti mengandung makna tersendiri. Salah satu hal […]

Continue Reading...

Bank Tugas Satrasia

Merindukan Aksara yang Bersuara

Lagu adalah penghantar paling mudah untuk semua kalangan. Sudah tak jarang, musik dijadikan alternatif pengirim pesan musisinya, baik dari melodi maupun liriknya. Salah satu jalan yang ditempuh musisi dalam bermusik adalah menyampaikan kritik sosial secara implisit sehingga kadang pesan tersebut tidak langsung diterima oleh pendengar. Misalnya, kita ambil lagu “Elegi” dari duo folk pop asal […]

Continue Reading...

Bank Tugas Satrasia

RASISME: PETAKA UNTUK CLARA

Cerminan Sastra Peristiwa merupakan satu bagian dari bagian lain yang berkaitan dengan sosiologi sastra. Melihat imajinasi seseorang berasal dari zaman, mengingatkan akan ungkapan “penulis sering disebut dengan pelayan zaman”. Ya, karena mereka terinspirasi dari beragam peristiwa. Cerpen yang terpilih kali ini ialah “Clara” yang dikaji dengan pendekatan Marxisme. Cerpen ini pun merupakan representasi dari peristiwa […]

Continue Reading...

Bank Tugas Satrasia

Menerka Pikiran Wisran Hadi dalam Naskah “Nyonya-Nyonya”

Oleh: Kiki Amelia Drama adalah cerita yang unik. Ia tidak untuk dibaca saja, tetapi untuk dipertunjukkan sebagai tontonan. Drama adalah kesenian ephemeral, artinya bermula pada suatu malam dan berakhir pada malam yang sama (Tambojang, 1981: 15). Unik adalah kata yang pantas untuk menggambarkan naskah Nyonya-Nyonya. Dalam naskah ini kita akan mendapat banyak kejutan. Seperti yang […]

Continue Reading...

Bank Tugas Satrasia

Drama Nyonya-Nyonya Karya Wisran Hadi: Kacamata Warisan Minangkabau

Oleh: Iin Haryani Subadri Kenapa Minangkabau? Hal ini dilatarbelakangi oleh sang penulis Wisran Hadi yang berkelahiran Minang. Wisran Hadi ialah seorang seniman dan budayawan Indonesia. Dalam sepak terjangnya, ia telah memenangkan sayembara Penulisan Naskah Sadiwara Indonesia (DKJ): Gaung (1975), Ring (1976), Cindra Mata (1977), dan lainnya. Hal ini pun menjadi dasar untuk tidak meragukan kemampuannya […]

Continue Reading...

Bank Tugas Satrasia

Mitos atau Fakta Ungkapan Tabu Masyarakat Sunda

Ungkapan tabu biasanya tidak boleh digunakan di lingkungan kepercayaan tertentu, karena dipercaya mempunyai kekuatan gaib oleh masyarakat setempat. Namun, ungkapan tabu juga memiliki dua sudut pandang yang berbeda. Pertama, ungkapan tabu dapat diartikan sebagai ungkapan yang suci. Kedua, ungkapan tabu diartikan sebagai ungkapan yang dilarang.             Ungkapan tabu biasanya diberikan secara turun temurun dari orang […]

Continue Reading...

Bank Tugas Satrasia

Mengupas Puisi “Karangan Bunga” Taufik Ismail

Puisi karangan bunga merupakan puisi yang mengangkat tema kepahlawanan. Jika dilihat dari latar belakang, puisi ini merupakan ucapan bela sungkawa terhadap mahasiswa Trisakti. Dalam penyampaian puisinya penyair lebih menggunakan diksi yang ringan sehingga mudah dimengerti oleh pembaca. Selain itu, penggunaan kata konkret lebih membangun imajinasi. Penyair tampaknya lebih suka menggunakan majas perbandingan di dalam puisinya. […]

Continue Reading...

Bank Tugas Satrasia

Membasuh Muka dengan Air Liur?

Fakhria Nabila Ghisani Hubungan simboisis yang menguntungkan antara manusia dengan air menjadikan kosakata air lazim ditemukan. Nenek moyang memanfaatkan fenomena tersebut dalam budaya lisannya untuk mengalirkan khazanah ilmu dan sebagai kontrol sosial. Beberapa dapat kita temukan seperti air susu dibalas air tuba atau bagai air di daun talas. Namun, ada satu kalimat yang menarikku berpikir […]

Continue Reading...